Suara News - Aktivitas tambang emas ilegal di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, kembali menjadi sorotan. Empat lokasi tambang yang diduga masih beroperasi menimbulkan keresahan di masyarakat terkait dampak yang ditimbulkan, Ahad (14/6/2026).
Informasi menyebutkan bahwa aktivitas pertambangan tanpa izin ini berlangsung di sejumlah titik. Masyarakat mulai mempertanyakan efektivitas pengawasan dan penindakan terhadap kegiatan yang berpotensi membahayakan keamanan dan lingkungan.
Sorotan terhadap tambang ilegal semakin menguat setelah terjadinya kasus pembunuhan di wilayah Anggai. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan di kawasan tambang tidak boleh dianggap remeh. Masyarakat mendesak tindakan tegas dari pihak berwenang, menganggap masalah ini tidak hanya terkait keuntungan finansial, tetapi juga potensi konflik dan ancaman terhadap ketertiban umum.
Situasi ini menantang aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah nyata dalam menangani aktivitas tambang ilegal. Publik menunggu bukti komitmen dalam menegakkan aturan, bukan sekadar imbauan. Penanganan yang menyeluruh dinilai krusial agar masalah ini tidak berkembang menjadi lebih besar.