Anjloknya Harga Bitcoin: Dampak Kebijakan Ekonomi Trump
Suara Utama

Anjloknya Harga Bitcoin: Dampak Kebijakan Ekonomi Trump

KTERANGAN : Gambar Ilustrasi Keuangan dan Pajak dari Google (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

A A A

SUARA UTAMA – Pasar kripto kembali diguncang gejolak hebat. Harga Bitcoin (BTC) anjlok tajam setelah kebijakan ekonomi terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu ketidakpastian global.

Dalam hitungan jam, nilai Bitcoin sempat terjun ke kisaran US$ 109.000 sebelum pulih tipis ke US$ 115.697 pada perdagangan Senin (13/10/2025).

Penyebab Utama: Efek Domino Kebijakan Trump

Kepanikan pasar dimulai setelah Trump mengumumkan kenaikan tarif impor terhadap produk asal China, kebijakan yang dianggap memperburuk tensi perang dagang dua ekonomi terbesar dunia.

Investor global pun beralih ke aset safe haven seperti emas dan dolar AS, meninggalkan aset berisiko seperti kripto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data dari Coinglass menunjukkan lebih dari US$ 8 miliar posisi long di pasar kripto terlikuidasi dalam waktu kurang dari satu jam. Dari jumlah itu, sekitar US$ 1,83 miliar berasal dari posisi Bitcoin saja.

Likuidasi massal ini memicu efek domino, mempercepat penurunan harga dan memunculkan volatilitas ekstrem.

BACA JUGA : Alat Berat Menggila di Air Batu, Geopark Merangin Terancam Rusak, Kemana Penegak Hukum?

Pandangan Yulianto Kiswocahyono: Reaksi Emosional atau Awal Tren Turun?

Menurut Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP, Konsultan sekaligus Ketua Komite Tetap Bidang Fiskal dan Moneter KADIN Jawa Timur, gejolak yang terjadi di pasar kripto saat ini merupakan reaksi spontan terhadap ketidakpastian kebijakan makro Amerika Serikat.

“Pergerakan harga Bitcoin kali ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor psikologis investor. Ketika kebijakan fiskal atau perdagangan AS berubah secara mendadak, pelaku pasar global cenderung mencari perlindungan. Namun, volatilitas ini biasanya bersifat sementara,” ujar Yulianto.

Lebih lanjut, Yulianto menekankan bahwa investor perlu berhati-hati dalam membaca momentum.

“Jika harga Bitcoin menembus level US$ 105.000, itu bisa menjadi sinyal pelemahan jangka menengah. Tetapi bagi investor yang rasional dan disiplin, koreksi semacam ini justru dapat menjadi kesempatan untuk masuk secara bertahap,” tambahnya.

BACA JUGA : AR Learning Center dan Suara Utama Ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1446 Hijriah

Yulianto juga menilai bahwa aksi jual besar-besaran kali ini bukan akhir dari tren positif Bitcoin, melainkan koreksi sehat yang bisa membuka peluang bagi investor jangka menengah.

“Bagi yang punya horizon investasi panjang, koreksi seperti ini bisa menjadi kesempatan untuk akumulasi dengan harga diskon asalkan dilakukan dengan strategi yang terukur,” jelasnya.

Eko Wahyu Pramono: Beli Bertahap, Jangan Panik

Menurut Eko Wahyu Pramono, seorang investor crypto, strategi terbaik di tengah situasi volatil seperti ini adalah tetap tenang dan membeli secara bertahap.

Ia menyebut pendekatan Dollar Cost Averaging (DCA) menjadi pilihan paling rasional bagi investor yang ingin menghindari risiko salah waktu.

“Pasar kripto memang terkenal ekstrem naiknya cepat, turunnya pun tajam. Tapi justru di situlah peluangnya. Dengan strategi DCA dan disiplin jangka panjang, investor bisa memanfaatkan volatilitas sebagai keuntungan, bukan ancaman,” ujar Eko.

BACA JUGA : Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Eko juga mengingatkan bahwa keputusan investasi harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.

“Kalau kamu tipe investor konservatif, lebih baik tunggu konfirmasi arah pasar. Tapi kalau siap dengan fluktuasi, momentum seperti ini bisa jadi pintu masuk yang bagus,” tambahnya.

Kesimpulan: Risiko Besar, Peluang Pun Besar

Kebijakan ekonomi Trump memang mengguncang pasar global, namun tidak serta-merta mengubah fundamental Bitcoin sebagai aset digital utama dunia.

Meski sentimen jangka pendek tampak negatif, baik Yulianto Kiswocahyono maupun Eko Wahyu Pramono melihat potensi rebound di kuartal berikutnya terutama jika ketegangan AS–China mereda.

Bagi investor yang siap menghadapi risiko, fase volatil seperti ini bisa menjadi momentum emas untuk masuk ke pasar.

Namun, bagi investor konservatif, menunggu kepastian arah pasar mungkin menjadi langkah yang lebih bijak.

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Toleransi Nyata di Hari Raya, YNCI Bitung Chapter Lintas Agama Amankan Sholat Idul Fitri

Ustadz Drs. H. Mahmudin Ahmad, M.Pd.: Idul Fitri Sebagai Hari Kemenangan dan Pemaafan

Dari Mimbar Idul Fitri di Bitung, Ustaz Rafiq Serukan Hapus Dendam dan Tebar Kasih Sayang

Prabowo Klarifikasi Dana Board of Peace

Trump Sebut NATO Pengecut

Pesta Kembang Api di Langit Malindo Di Malam Takbiran Idul Fitri 1947 H.

Hak Jawab Pertamina Patra Niaga atas Pemberitaan LPG di Probolinggo

Idulfitri 1447 H, Pimpinan Umum Andre Hariyanto Ajak Perkuat Muhasabah dan Silaturahmi

Berita ini 85 kali dibaca

Tag : analisis bitcoin analisis bitcoin terkini apakah saat ini waktu yang tepat membeli bitcoin aset digital aset kripto berisiko bitcoin hari ini bitcoin turun Breaking News cara menghadapi volatilitas harga bitcoin dampak kebijakan trump terhadap pasar kripto dollar cost averaging donald trump tarif impor china harga bitcoin anjlok harga bitcoin terbaru investasi bitcoin investor kripto kebijakan trump ketegangan as–china likuidasi pasar kripto pandangan yulianto kiswocahyono tentang bitcoin pasar kripto penyebab harga bitcoin turun hari ini pergerakan harga kripto prediksi harga bitcoin kuartal iv 2025 reaksi pasar global risiko dan peluang investasi kripto strategi investasi bitcoin saat volatilitas tinggi tips dari investor crypto eko wahyu pramono volatilitas bitcoin

Berita Terbaru

Nasional

Toleransi Nyata di Hari Raya, YNCI Bitung Chapter Lintas Agama Amankan Sholat Idul Fitri

Berita Utama

Ustadz Drs. H. Mahmudin Ahmad, M.Pd.: Idul Fitri Sebagai Hari Kemenangan dan Pemaafan

Nasional

Dari Mimbar Idul Fitri di Bitung, Ustaz Rafiq Serukan Hapus Dendam dan Tebar Kasih Sayang

Berita Utama

Prabowo Klarifikasi Dana Board of Peace

Berita Utama

Trump Sebut NATO Pengecut

Berita Utama

Pesta Kembang Api di Langit Malindo Di Malam Takbiran Idul Fitri 1947 H.

You can share this post!