Jakarta, Gesuri.id - I Nyoman Parta, anggota Komisi III DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan Dapil Bali, memberikan apresiasi yang tinggi kepada para seniman ogoh-ogoh. Ia menilai dedikasi mereka sangat penting dalam menjaga keberlangsungan budaya Bali di tengah perkembangan zaman yang pesat.
Pada kunjungannya ke lokasi pembuatan ogoh-ogoh di Ubud, Parta menyaksikan proses kreatif yang dilakukan oleh dua seniman yang sering dibandingkan oleh publik, Marmar dan Kedux. Meskipun keduanya memiliki pendekatan yang berbeda dalam berkarya, keduanya menunjukkan totalitas yang luar biasa.
“Marmar masih sangat setia di jalur tradisi, sementara Kedux cenderung ke arah kontemporer dengan adaptasi teknologi. Namun, keduanya adalah seniman hebat yang patut dicontoh,” ungkap Parta dalam keterangannya yang dipublikasikan di media sosialnya.
Parta mengungkapkan bahwa ia datang ke lokasi pada waktu yang tidak biasa, yaitu menjelang dini hari. Di saat banyak orang beristirahat, ia melihat semangat para seniman yang tak kenal lelah dalam menyelesaikan karya mereka.
“Saya datang saat dini hari menjelang ayam berkokok, tetapi semangat mereka sama sekali tidak mengenal lelah. Ini adalah totalitas yang membara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Parta menegaskan bahwa ogoh-ogoh bukan sekadar karya visual, melainkan juga memiliki nilai spiritual dan filosofi yang mendalam bagi masyarakat Bali. “Ogoh-ogoh membawa pesan spiritualitas yang dalam. Kebudayaan Bali yang adiluhung tidak jatuh dari langit, melainkan merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia Bali secara kolektif,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menghargai perbedaan gaya dalam berkesenian, baik yang berbasis tradisi maupun yang mengarah ke inovasi kontemporer. Dinamika tersebut, menurutnya, justru memperkaya khazanah budaya Bali.
“Apapun bentuk ogoh-ogohnya, pasti akan memunculkan persepsi yang berbeda. Namun, di situlah letak kekayaan budaya kita,” tambahnya.
Di akhir pernyataan, Parta memberikan penghargaan khusus kepada Marmar dan Kedux atas kontribusi besar mereka dalam pelestarian budaya Bali. “Dua jempol untuk Marmar dan Kedux. Bali beruntung memiliki kalian. Tetap sehat dan terus berkarya,” tutupnya.