Banjir yang melanda Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, telah berdampak pada 15 kecamatan. Akibat bencana ini, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke berbagai lokasi, termasuk kantor camat, masjid, gereja, dan posko-posko darurat yang didirikan oleh pemerintah daerah.
Bupati Langkat, Syah Afandin, menyatakan bahwa kecamatan yang terdampak banjir meliputi:
Menurut Bupati, ketinggian air di lokasi bencana bervariasi, dengan rata-rata mencapai antara 50 sentimeter hingga dua meter. Selain menggenangi pemukiman, banjir juga mengakibatkan kerusakan pada fasilitas umum, lahan pertanian, perkebunan, peternakan, serta akses jalan yang terputus. Tidak hanya itu, tiang listrik juga tumbang, sementara jaringan komunikasi mengalami gangguan.
Pemerintah Kabupaten Langkat, bersama dengan Polri, TNI, dan relawan, terus berupaya mengirimkan bantuan ke lokasi yang terdampak. Namun, beberapa daerah masih sulit dijangkau akibat ketinggian air yang menghalangi akses. Bupati menegaskan bahwa meskipun ada kendala, upaya pengiriman bantuan untuk warga yang terdampak tetap dilakukan.
Polres Langkat juga turut serta dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir. Bantuan berupa makanan siap saji telah disalurkan di Kecamatan Stabat, tepatnya di lima titik posko banjir, antara lain:
Menurut Iptu Jekson Situmorang, Kasi Humas Polres Langkat, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat yang terdampak banjir mendapatkan dukungan logistik yang memadai selama masa tanggap darurat.