Suara News - Hujan dengan intensitas tinggi di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyebabkan banjir yang menggenangi berbagai kawasan penting. Kejadian ini diakibatkan oleh curah hujan ekstrem dan meluapnya Sungai Cipalabuhan yang tidak mampu menampung volume air.
Genangan air signifikan terlihat di sekitar Jembatan Cipalabuhan, dengan ketinggian air hampir menutupi permukaan jalan. Hal ini menimbulkan kepanikan di kalangan warga setempat. Dampak banjir meluas, merendam ruas-ruas jalan protokol yang vital bagi transportasi kota, serta fasilitas publik seperti Pasar Palabuhanratu dan area persimpangan terminal, sehingga menghentikan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Puskesmas Palabuhanratu, sebagai fasilitas kesehatan penting, juga terendam banjir. Warga setempat mengungkapkan bahwa banjir di lokasi ini telah menjadi masalah yang berulang setiap kali Sungai Cipalabuhan meluap. Sumber banjir di area pasar diduga akibat tersumbatnya aliran sungai di sekitar jembatan, yang menjadi titik penumpukan sampah dan material lainnya. Sungai Cipalabuhan belum mendapatkan perhatian serius untuk pengerukan atau normalisasi, memperburuk kapasitasnya dalam menampung air saat musim hujan.
Di Kecamatan Simpenan, Kampung Ciporekat mengalami karakteristik banjir berbeda, di mana aliran air bercampur lumpur pekat dari kawasan perbukitan. Aliran ini berpotensi menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada infrastruktur desa. Kejadian ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan perbaikan infrastruktur drainase, pemeliharaan sungai, dan kajian dampak pembangunan terhadap sistem hidrologi lokal. Selain itu, respon cepat dari pemerintah daerah diperlukan untuk penanganan dan pemulihan terhadap fasilitas yang terdampak.