Bencana Tanah Bergerak di Kabupaten Tegal Mengakibatkan Kerusakan Puluhan Rumah
Suara Warga

Bencana Tanah Bergerak di Kabupaten Tegal Mengakibatkan Kerusakan Puluhan Rumah

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tegal dalam beberapa hari terakhir telah memicu terjadinya pergerakan tanah di Dukuh Belimbing, Desa Kajen. Peristiwa ini menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori mulai dari ringan hingga berat.

Pemerintah Desa Kajen melaporkan, hingga Sabtu (31/1/2026), terdapat 32 rumah yang terdampak akibat pergerakan tanah. Di lokasi kejadian, terlihat rekahan-rekahan tanah yang semakin meluas dari hari ke hari.

Tanggapan Pemerintah Daerah

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak pada Jumat (30/1/2026). Dalam kunjungannya, ia menyarankan agar warga yang terdampak segera direlokasi ke tempat yang lebih aman. Ia menekankan pentingnya langkah relokasi untuk meminimalkan risiko keselamatan warga, mengingat kondisi pergerakan tanah yang terus meluas dan berpotensi membahayakan.

Bupati juga menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada langkah konkret dalam penanganan infrastruktur, seperti pembangunan struktur pengaman, konsolidasi tanah, atau relokasi lanjutan. Sebelumnya, relokasi hanya dilakukan terhadap delapan rumah, sementara 24 rumah lainnya yang berada di sisi timur jalan masih dihuni dan mengalami retakan tanah yang semakin meluas.

Kebutuhan Anggaran untuk Penanganan Bencana

Ischak Maulana Rohman menyatakan bahwa penanganan bencana ini memerlukan anggaran yang cukup besar, dengan estimasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencapai sekitar Rp50 miliar. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Tegal menganggap relokasi sebagai solusi paling aman bagi masyarakat yang terdampak.

Bantuan Darurat untuk Warga Terdampak

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Tegal bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tegal menyalurkan bantuan darurat berupa santunan sebesar Rp1 juta per rumah kepada 24 kepala keluarga yang terdampak. Bupati berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga sembari menunggu proses penanganan lebih lanjut secara komprehensif.

Pemerintah daerah juga berencana mengusulkan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar warga terdampak dapat memperoleh bantuan hunian tetap, dengan target relokasi diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2026.

You can share this post!