BRI Siapkan Rp 3 Triliun untuk Buyback Saham yang Dinilai Undervalued
Suara Utama

BRI Siapkan Rp 3 Triliun untuk Buyback Saham yang Dinilai Undervalued

- Penulis

- 16:17 WIB

Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada perdagangan 30 Oktober 2025 ditutup di level Rp3.930 per lembar, naik 0,77% dalam sebulan terakhir. Analis keuangan Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP menilai langkah buyback saham BRI merupakan sinyal positif yang mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan.

A A A

SUARA UTAMA – Surabaya – 30 Oktober 2025 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menegaskan langkah strategisnya menjaga kepercayaan investor dengan menyiapkan dana hingga Rp 3 triliun untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan. Manajemen menilai harga saham BBRI saat ini masih berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalued).

Menurut keterangan resmi perusahaan, program buyback ini telah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 24 Maret 2025 dan akan dilaksanakan secara bertahap hingga akhir tahun. Dari total anggaran tersebut, BRI mengonfirmasi masih memiliki sisa dana sekitar Rp 2,5 triliun yang siap digunakan sewaktu-waktu apabila kondisi pasar dinilai tepat.

“Langkah ini merupakan bentuk keyakinan kami terhadap prospek jangka panjang BRI. Harga saham saat ini belum mencerminkan nilai intrinsik dan kekuatan fundamental perusahaan,” demikian pernyataan manajemen BRI dalam siaran pers yang diterima Suara Utama, Rabu (30/10).

BACA JUGA : Keikhlasan dan Amal Lebih Utama dari Sekadar Wadah Organisasi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga Saham Masih di Bawah Nilai Wajar

Berdasarkan berbagai analisis valuasi pasar, saham BBRI dinilai masih undervalued. Beberapa model memperkirakan nilai intrinsik saham BBRI berkisar antara Rp 6.000 hingga Rp 7.700 per lembar, sementara harga pasar berada di kisaran Rp 3.800 per lembar.

Kondisi ini menunjukkan adanya potensi kenaikan (upside) yang cukup besar apabila kinerja keuangan perseroan terus menunjukkan pertumbuhan positif. Rasio keuangan BRI saat ini tercatat dengan price to earning (P/E) ratio sekitar 10 kali dan price to book (P/B) ratio 1,8 kali, yang relatif rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional.

BACA JUGA : AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Komentar Analis

Analis keuangan sekaligus praktisi pajak Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP menilai langkah buyback BRI merupakan sinyal positif bagi investor. Menurutnya, kebijakan ini menunjukkan kepercayaan diri manajemen terhadap fundamental perusahaan dan prospek jangka panjangnya.

“Buyback adalah bentuk komitmen manajemen terhadap nilai perusahaan. Ketika perusahaan membeli sahamnya sendiri, itu menandakan keyakinan bahwa harga pasar saat ini terlalu rendah dibandingkan nilai riilnya,” ujar Yulianto kepada Suara Utama, Kamis (30/10).

Ia menambahkan, program buyback juga dapat berfungsi sebagai bantalan (buffer) terhadap volatilitas pasar, sekaligus memberikan potensi peningkatan nilai bagi pemegang saham. Meski demikian, investor disarankan tetap memperhatikan faktor makroekonomi dan arah kebijakan suku bunga global yang berpotensi memengaruhi sektor perbankan.

BACA JUGA : Pimpinan Suara Utama Andre Hariyanto Sharing Jurnalistik bersama Mahasiswa Universitas Lampung

Didanai dari Kas Internal

Manajemen BRI memastikan bahwa pelaksanaan buyback akan dibiayai menggunakan kas internal perusahaan, tanpa mengganggu likuiditas maupun kegiatan operasional bank. Transaksi buyback dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme pasar terbuka sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar, menjaga stabilitas harga saham, dan meningkatkan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham BRI.

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Harmoni Nyepi dan Idulfitri di Tengah Pencemaran Cahaya Buatan

Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Iran

Diplomasi Revolusioner Soekarno: Idealisme Konstitusi dan Realitas Geopolitik

Toleransi Nyata di Hari Raya, YNCI Bitung Chapter Lintas Agama Amankan Sholat Idul Fitri

Dari Mimbar Idul Fitri di Bitung, Ustaz Rafiq Serukan Hapus Dendam dan Tebar Kasih Sayang

Prabowo Klarifikasi Dana Board of Peace

Trump Sebut NATO Pengecut

Pesta Kembang Api di Langit Malindo Di Malam Takbiran Idul Fitri 1947 H.

Berita ini 58 kali dibaca

Tag : analisis saham BRI Bank Rakyat Indonesia BBRI berita ekonomi berita keuangan BRI BRI undervalued Bursa Efek Indonesia buyback Rp3 triliun buyback saham BRI Ekonomi Indonesia fundamental BRI harga saham BRI investasi saham bank investor BRI kinerja keuangan BRI nilai intrinsik saham BRI Ojk pasar modal Indonesia prospek saham BRI RUPS BRI 2025 saham bank saham BRI suara utama valuasi saham BRI Yulianto Kiswocahyono

Berita Terbaru

Nasional

Harmoni Nyepi dan Idulfitri di Tengah Pencemaran Cahaya Buatan

Berita Utama

Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Iran

Cerpen

Air Matamu adalah Lukaku

Nasional

Diplomasi Revolusioner Soekarno: Idealisme Konstitusi dan Realitas Geopolitik

Nasional

Toleransi Nyata di Hari Raya, YNCI Bitung Chapter Lintas Agama Amankan Sholat Idul Fitri

Berita Utama

Ustadz Drs. H. Mahmudin Ahmad, M.Pd.: Idul Fitri Sebagai Hari Kemenangan dan Pemaafan

You can share this post!