Home
Nasional
Megapolitan
Nusantara
Internasional
Ekonomi
Olahraga
Gaya Hidup
Multimedia
Disway
Koran
Indeks
Home Nasional
Industri Perbankan Solid, BRI Soroti Sikap Wait and See Dunia Usaha
Editor Ali Rachman
Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:38
in Nasional
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Hery Gunardi (kanan) dan Pejabat sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, di sela acara Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan pada Kamis (19/2/2026). Foto: Dokumen BRI
Share on Facebook Share on Twitter
INDOPOSCO.ID – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Hery Gunardi, mengatakan industri perbankan nasional masih memiliki fundamental yang solid dengan likuiditas dan permodalan yang memadai untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan.
Namun, akselerasi penyaluran kredit saat ini terhambat dari sisi permintaan (demand) akibat sikap wait and see dunia usaha dan daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya, menurut Hery, saat acara Economic Outlook 2026 yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Kamis (19/2/2026).
Baca Juga:
Suara Buruh Dinilai Melemah, Fragmentasi Serikat Jadi Alarm Serius Politik Pekerja
Komite III DPD RI Soroti Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan, Pasien Kronis Terdampak
Bukan NGO atau Aktivis, Haris Azhar Sebut Elite di Balik Isu Kudeta Presiden
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat 11,4 persen year on year (YoY), Loan-to-Deposit Ratio (LDR) di 84 persen, dan Capital Adequacy Ratio (CAR) industri tetap kuat di level 26 persen, jauh di atas ambang batas regulator. Meski likuiditas tersedia, realisasi kredit tertahan karena kehati-hatian nasabah individu dan dunia usaha.
Data Bank Indonesia menunjukkan penurunan permintaan kredit baru di hampir semua segmen, termasuk kredit konsumsi dari 62,9 persen menjadi 13,4 persen dan segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari 78,4 persen menjadi 58,8 persen, dengan undisbursed loan rata-rata naik menjadi 10,22 persen.
Selain itu, rasio kredit bermasalah (NPL) UMKM meningkat sejak Desember 2024, menunjukkan arus kas pelaku usaha kecil belum pulih, sehingga perbankan perlu pendekatan selektif berbasis mitigasi risiko. Perlambatan juga dipengaruhi melemahnya sektor manufaktur, perdagangan, dan pertanian yang menjadi penyumbang utama produk domestik bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja.
Moderasi kredit bukan semata karena likuiditas. Hery menekankan perlunya diversifikasi pembiayaan ke sektor bernilai tambah tinggi untuk mengurangi sensitivitas terhadap siklus ekonomi. Meski pemerintah telah menyalurkan Rp200 triliun likuiditas tambahan, akselerasi kredit bergantung pada keyakinan pelaku usaha.
Hery menambahkan kebijakan fiskal dan moneter saat ini pro-growth, namun optimisme belum sepenuhnya tercermin dalam percepatan ekspansi riil. Fokus ke depan perlu bergeser dari narasi optimisme ke akselerasi implementasi yang dirasakan dunia usaha.
Perbankan, khususnya Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) termasuk BRI, tetap mendukung program strategis nasional seperti Program Makan Bergizi Gratis, Program 3 Juta Rumah, dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini diharapkan mendorong pertumbuhan kredit, penghimpunan DPK, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan daya beli masyarakat. (adv)
Tags: BBRI bri kinerja keuangan kredit perbankan Makro Ekonomi OJK
Berita Terkait.
Nasional
Suara Buruh Dinilai Melemah, Fragmentasi Serikat Jadi Alarm Serius Politik Pekerja
Selasa, 14 April 2026 - 23:16
Nasional
Komite III DPD RI Soroti Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan, Pasien Kronis Terdampak
Selasa, 14 April 2026 - 22:31
Nasional
Bukan NGO atau Aktivis, Haris Azhar Sebut Elite di Balik Isu Kudeta Presiden
Selasa, 14 April 2026 - 20:55
Nasional
Siapkan Ketersediaan SDM yang Berintegritas, Sekjen ATR/BPN Minta Dukungan Komisi II DPR RI dalam Transformasi STPN
Selasa, 14 April 2026 - 20:15
Nasional
KKP Dukung Upaya Perlindungan Penyu di Belitong UNESCO Global Geopark
Selasa, 14 April 2026 - 15:05
Nasional
Bea Cukai Perketat Pengawasan KEK, Pastikan Fasilitas Tepat Sasaran dan Patuh Aturan
Selasa, 14 April 2026 - 14:34
BERITA POPULER
ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga
2511 shares
Share 1004 Tweet 628
Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit
894 shares
Share 358 Tweet 224
Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh
844 shares
Share 338 Tweet 211
Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah
795 shares
Share 318 Tweet 199
Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW
762 shares
Share 305 Tweet 191
Redaksi
Iklan
Pedoman Media Siber
Standar Perlindungan Wartawan
Sertifikat Dewan Pers
© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.