Surabaya -
Kasus pembatalan acara event running Jatim Half Marathon pada 1 Februari 2026 lalu berbuntut panjang. Kini Chief Executive Officer (CEO) event running telah ditahan polisi.
Kuasa hukum korban, M. Widhi Dhatu membenarkan penahanan tersebut. Widhi penahanan pelaku dilakukan sejak 2 Februari 2026. Ini karena pelaku sempat kabur dari tanggung jawabnya kepada para korban.
"Pada 1 Februari 2026, pelaku yang sempat kabur kita hadirkan di press conference di Surabaya untuk menanyakan kejelasan apakah eventnya ditunda atau dikembalikan uangnya, dia berkelit terus tidak ada kejelasan," ujar Widhi kepada detikJatim, Rabu (18/2/2026) pukul 12.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski telah ditahan, namun uang pendaftaran sebanyak 1.268 peserta atau korban belum dikembalikan. Widhi mengungkapkan penggelapan uang yang dilakukan pelaku diduga sebesar Rp 100 juta yang digunakan keperluan pribadi yang berakibat event batal digelar.
Baca juga: Jatim Half Marathon Batal Digelar, Peserta Merasa Ditipu
ADVERTISEMENT
"Dia dicecar masalah uangnya lari ke mana (oleh polisi) Rp380 juta yang diambil dari KiosTix, payment gateway-nya. Katanya sih dibayarkan ke vendor-vendor, tapi ada R p100 juta yang kepakai sama dia untuk makan sehari-hari, beli iPad sama beli iPhone 16," jelasnya.
Widhi sendiri juga merupakan korban dalam event lari yang batal digelar itu. Ia telah membayar uang pendaftaran sekitar Rp 400 ribu dan sudah dalam perjalanan dari daerah asalnya, Tangerang ke Surabaya untuk mengikuti Jatim Half Marathon.
Para peserta Jatim Half Marathon sendiri memang berasal dari berbagai daerah. Bukan hanya dari Surabaya, ada pula peserta asal Sidoarjo, Blitar, Jakarta, hingga Kalimantan.
Karena tak ada kesanggupan pengembalian dana, para korban pun sepakat untuk membawa permasalahan ke jalur hukum. "Korban tidak menerima pengembalian uang pendaftaran, janji untuk dikembalikan juga tidak ada," ungkapnya.
Baca juga: Andik Tak Pernah Ditangkap, Kasus Penipuan Umrah Pangeran Tour Gelap
Kasus penipuan ini, menurut Widhi juga mencoreng nama baik Jawa Timur. Sebab banyak korban yang merasa khawatir untuk mengikuti event running di Jatim.
"Kalau ada event serupa gitu mau daftar itu trauma. Gara-gara kejadian ini, apalagi kalau ke Jatim ya," tuturnya.
Kini, Widhi hanya bisa berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi penyelenggara event serupa untuk lebih bertanggungjawab.
"Kalau korban yang lain banyak yang berharap uang dikembalikan. Tapi kalau saya sendiri berharap pelakunya dihukum. Makanya saya melaporkan ke polisi. Sekaligus menjadi contoh di event serupa, kalau ada tipu-tipu lari lagi ya kita bisa laporkan," pungkas Widhi.
Video Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono Meninggal Dunia
Video Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono Meninggal Dunia
(auh/abq)
jatim half marathon ceo ditahan penipuan event lari penipuan di surabaya surabaya
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
detikNews
Inggris Pimpin Rapat Virtual 40 Negara, Susun Strategi Atasi Krisis Selat Hormuz
detikOto
Potret Skuter Petualang Terbaru Honda yang Dijual Mulai Rp 32 Jutaan
detikFinance
Perintah Prabowo, Progam MBG Harus Sempurna Sebelum Akhir Tahun
detikHealth
Fokus dan Tajamkan Mata! Temukan Pasangan Benda di Gambar Ini dalam Semenit
Sepakbola
Presiden FIGC Gabriele Gravina Mundur!
detikTravel
Penampakan Pohon Mahoni Raksasa 120 Tahun, Saksi Bisu Perkembangan Jakarta
detikFood
Momen Seru Cherly Juno saat Cicip Pho hingga Nikudon di Luar Negeri