Hari pertama kerja setelah libur Paskah di Kelurahan Karang Tumaritis, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mengalami penghentian aktivitas yang signifikan akibat aksi unjuk rasa yang digelar oleh Front Rakyat Bersatu pada Selasa, 7 April 2026.
Suasana sepi menyelimuti kawasan tersebut sejak pagi hari, ketika massa mulai memadati area depan Pasar Karang sekitar pukul 08.00 WIT. Aksi ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Kabupaten Dogiyai serta penolakan terhadap aktivitas pertambangan yang berlangsung di wilayah Papua Tengah.
Aksi unjuk rasa ini berdampak langsung pada layanan publik, yang terlihat jelas di Puskesmas Karang Tumaritis. Fasilitas kesehatan ini terpaksa menutup seluruh aksesnya, sehingga warga yang membutuhkan layanan medis harus kembali dengan tangan hampa. Hingga pukul 10.16 WIT, tidak ada aktivitas medis yang terlihat, menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat yang berharap mendapatkan perawatan.
Selain itu, sektor pendidikan juga terpengaruh. SD Negeri 2 Nabire menutup pagar sekolahnya, menjadikan suasana yang biasanya dipenuhi oleh suara anak-anak dan kegiatan belajar mengajar menjadi hening.
Sektor ekonomi di pusat bisnis Karang Tumaritis juga merasakan dampak yang cukup signifikan. Banyak toko sembako dan kios-kios di sekitar Pasar Karang memilih untuk tutup. Para pedagang, khawatir akan keamanan di tengah kerumunan massa, lebih memilih untuk tidak mengambil risiko.
Aksi unjuk rasa ini menunjukkan bagaimana aspirasi yang disampaikan dapat berdampak luas terhadap masyarakat, mempengaruhi layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, serta mengganggu kegiatan ekonomi sehari-hari.