RADAR PALU – Dalam kunjungan kerjanya ke Kota Palu, Anggota DPR RI H. Muhidin Mohamad Said mengadakan dialog terbuka dengan warga setempat tanpa adanya kata sambutan formal. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 25 Januari 2026, dan bertujuan untuk mendengarkan aspirasi serta kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan Sulawesi Tengah.
H. Muhidin, yang merupakan anggota dari Fraksi Partai Golkar, mengajak warga untuk berbicara secara langsung. "Ayo terbuka, tidak usah sungkan-sungkan. Mari kita bicara. Anda bertanya, saya menjawab. Ini juga diskusi," ujar Muhidin, menandai dimulainya sesi dialog.
Salah satu topik yang ditekankan dalam pertemuan tersebut adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dijalankan oleh pemerintah pusat. H. Muhidin menanyakan kepada warga mengenai pelaksanaan program ini di Kota Palu, termasuk peran serta Sarjana pendamping dalam mendukung program tersebut.
"Bagaimana MBG Kota Palu? Bagaimana suasana dapurnya?" tanya H. Muhidin. Ia menjelaskan bahwa program ini memiliki anggaran sebesar Rp 330 triliun, dengan lebih dari Rp 1 triliun dibelanjakan setiap harinya, yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan global.
Diskusi juga meliputi berbagai isu penting lainnya seperti peran petani, kesehatan, serta program BPJS Kesehatan. "Kita bekerja harus dalam keadaan sehat," imbuhnya.
Beberapa perwakilan Ketua RT dari delapan kecamatan di Kota Palu turut serta dalam dialog tersebut dan menyampaikan berbagai pertanyaan. Anton, Ketua RT 01 RW 01 Baruga, menanyakan tentang bantuan langsung tunai, sedangkan Sanudin, Ketua RT 4 RW 5 Kelurahan Duyu, menyampaikan kebutuhan mendesak warga, seperti fasilitas pendidikan, penerangan jalan, dan sistem drainase.
Hadir pula sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang mengajukan pertanyaan terkait beasiswa. Febrianti, seorang mahasiswa dari Universitas Tadulako, mempertanyakan tentang beasiswa Berani Cerdas dan proses pembayarannya yang sering terlambat. Sementara itu, Fauzan, pemuda lokal dari Palupi, menanyakan mengenai kegiatan pemuda di daerah tersebut.
H. Muhidin menegaskan pentingnya integritas dalam penerimaan beasiswa, agar tidak ada penerima yang mendapatkan bantuan dari lebih dari satu sumber. Kehadiran H. Muhidin dalam dialog ini dimanfaatkan oleh warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan harapan mereka, menciptakan suasana diskusi yang interaktif dan konstruktif.