Suara News - Pemerintah Inggris telah membuka portal pemesanan bagi warganya yang berada di Dubai untuk melakukan evakuasi dari wilayah Timur Tengah. Langkah ini diambil menyusul penutupan ruang udara dan pembatalan penerbangan komersial akibat konflik antara AS-Israel dan Iran.
Kekhawatiran di Uni Emirat Arab meningkat setelah seorang penduduk Dubai tewas akibat serpihan intersepsi udara di area Al Barsha. Kejadian ini memicu perhatian serius terhadap keselamatan warga asing di sana.
Pemerintah Inggris memberikan prioritas evakuasi kepada warga yang paling rentan. Koordinasi dilakukan langsung oleh Kantor Luar Negeri. Saat ini, lebih dari 160.000 warga Inggris terdaftar di wilayah Uni Emirat Arab.
Meskipun suasana di bandara Dubai masih relatif tenang, banyak ekspatriat mulai bergegas mencari jalan pulang seiring meningkatnya intensitas serangan di kawasan sekitarnya.