Suara News - Pemerintah Inggris menambah jadwal penerbangan charter komersial dari Dubai sebagai upaya penyelamatan warga Inggris setelah serangan drone mendekati Bandara Internasional Dubai.
Serangan rudal pertama di Dubai mengguncang lingkungan, menciptakan rasa ketakutan di kalangan warga. Victoria Cameron, seorang warga Skotlandia, menggambarkan momen menegangkan saat rudal menghantam. Stuart Carson, yang berada di hotel saat intersepsi udara, juga merasakan guncangan hebat.
Penerbangan penyelamat sebelumnya telah berhasil mengembalikan warga Inggris melalui Muscat, Oman. Dalam operasi ini, warga dengan kebutuhan medis mendesak akan diprioritaskan untuk tiket kepulangan ke Inggris yang dijadwalkan awal pekan depan.
Dengan lebih dari 160.000 warga Inggris terdaftar di wilayah tersebut, operasi evakuasi ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah krisis Timur Tengah modern.