Evaluasi Direksi PLN Diperlukan Mengingat Terulangnya Blackout
Suara News - Koordinator Gerakan Bersama Buruh (Geber) BUMN, Achmad Ismail, menegaskan bahwa Perusahaan Listrik Negara (PLN) memiliki mandat untuk menerangi nusantara, bukan sebaliknya. Pernyataan ini disampaikan terkait dengan insiden blackout yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera pada Jumat, 22 Mei 2026.
Awal Kejadian
Blackout terjadi di sejumlah daerah di Sumatera, termasuk Sumatera Utara, Jambi, Riau, dan Aceh. Ismail mengingatkan bahwa listrik adalah denyut kehidupan yang sangat krusial, sehingga padamnya pasokan listrik dapat berisiko tinggi bagi masyarakat.
Perkembangan
Ismail menyayangkan terulangnya kejadian blackout yang berdampak besar bagi pelayanan publik dan aktivitas ekonomi. Ia mengutarakan bahwa meskipun blackout bisa terjadi karena berbagai faktor, kejadian yang berulang tidak dapat ditoleransi. Ais juga mempertanyakan langkah mitigasi yang telah diambil oleh PLN untuk mencegah terulangnya masalah ini, serta perbaikan struktural dalam infrastruktur transmisi yang diperlukan.
Kondisi Terakhir
Ismail meminta agar jajaran pimpinan PLN, termasuk Direktur Utama Darmawan Prasodjo, dievaluasi jika insiden blackout terus berulang. Ia menegaskan bahwa ketahanan listrik nasional perlu dijaga dan meminta perhatian lebih dari para pejabat untuk kepentingan nasional.




