Gibas Gelar Aksi Berbagi Takjil di Alun-Alun Subang dengan Memborong dari Pedagang Kaki Lima
Denyut Publik

Gibas Gelar Aksi Berbagi Takjil di Alun-Alun Subang dengan Memborong dari Pedagang Kaki Lima

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Di tengah suasana sore yang mulai temaram, anggota Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) beraksi di Alun-Alun Pemkab Subang. Puluhan anggota yang mengenakan seragam serba hitam tampak membaur dengan masyarakat, membagikan bungkusan takjil dengan cepat.

Aksi ini bukan sekadar rutinitas Ramadan, melainkan juga sebuah strategi yang dirancang untuk memberikan dampak ganda. Semua takjil yang dibagikan diborong dari pedagang kaki lima yang sehari-hari berjualan di sekitar alun-alun.

Ketua DPP Gibas, Iwan Irawan Prayoga, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memberikan manfaat tidak hanya bagi penerima takjil, tetapi juga bagi para pedagang yang berjualan di lokasi tersebut. "Selain membantu warga yang melintas, kita juga ingin pedagang di sini ikut merasakan dampaknya. Jadi bukan hanya bagi-bagi, tapi juga menguatkan ekonomi kecil," ujarnya.

Konsep "double manfaat" ini terbukti efektif. Lapak-lapak takjil yang biasanya menunggu pembeli hingga menjelang waktu berbuka, sore itu tampak lebih cepat kosong. Beberapa pedagang bahkan mengungkapkan rasa syukur karena dagangannya habis sebelum waktu berbuka puasa. Asep, salah satu pedagang, mengungkapkan, "Alhamdulillah, belum magrib sudah habis. Baru kali ini ada yang borong untuk dibagikan lagi," sambil merapikan meja yang sudah kosong.

Antusiasme warga yang menerima takjil juga terlihat jelas. Banyak pengendara yang memperlambat laju kendaraan mereka, bahkan ada yang berhenti sejenak untuk menerima takjil tersebut. Senyum, ucapan terima kasih, dan doa-doa singkat mengalir di antara keramaian lalu lintas sore.

Setelah menjalani aksi berbagi, suasana berubah lebih akrab. Anggota Gibas menggelar buka puasa bersama dengan cara lesehan di ruang terbuka. Menu berbuka juga kembali dibeli dari pedagang sekitar, sehingga turut memperpanjang denyut ekonomi kecil di kawasan tersebut. Iwan menambahkan, "Ada keakraban dan kehangatan. Selesai berbagi, kita duduk sama rata, makan bersama."

Aksi ini mengirimkan pesan sederhana di tengah beragam persoalan sosial yang ada: berbagi dapat dirancang untuk memberikan dampak yang lebih besar, tidak hanya untuk penerima, tetapi juga untuk menggerakkan roda usaha kecil yang menjadi denyut nadi kehidupan publik di Subang.

You can share this post!