Gubernur DKI Jakarta Tanggapi Penolakan Warga Terhadap Pembangunan Krematorium di Kalideres
Suara Warga

Gubernur DKI Jakarta Tanggapi Penolakan Warga Terhadap Pembangunan Krematorium di Kalideres

Suara News - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons aksi protes warga RW 19 Kompleks Citra 2, Kelurahan Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat, yang menolak pembangunan dua krematorium di kawasan tersebut. Penolakan ini muncul setelah warga menggelar demonstrasi terkait proyek yang dianggap tidak melibatkan mereka.

Awal Kejadian

Ratusan warga dari RW 19 mengungkapkan ketidakpuasan mereka saat proyek pembangunan krematorium dimulai tanpa sosialisasi. Tokoh Masyarakat setempat, Kuku Muliyanto, menyatakan bahwa dari total 2.000 kepala keluarga, tidak ada yang diajak berdiskusi mengenai rencana tersebut. Proyek itu tiba-tiba dimulai dengan alat berat yang masuk pada 9 Februari.

Perkembangan

Pramono Anung mengungkapkan bahwa dia baru mengetahui adanya protes tersebut setelah melihat aksi demonstrasi di Citra Garden 1 dan 2. Gubernur berjanji untuk menyelidiki masalah ini dengan memeriksa legalitas pembangunan dan kesesuaian izin serta dampaknya terhadap masyarakat. Ia mengaku terkejut dengan adanya demo yang terjadi.

Alasan Warga Protes

Warga mengekspresikan kekhawatiran mereka terkait lokasi krematorium yang dinilai berisiko. Kuku Muliyanto menyebutkan bahwa bangunan tersebut berada dekat dengan Sekolah Dian Harapan, SPBU, dan pemukiman padat. Mereka khawatir akan dampak polusi, kemacetan, dan penurunan nilai properti jika krematorium beroperasi.

Kondisi Terakhir

Kuku menambahkan bahwa proyek ini seolah tidak memiliki pengelola yang jelas, karena tidak ada papan informasi mengenai izin dan pihak yang bertanggung jawab. Pekerja di lokasi disebut beroperasi di bawah pengamanan ormas. Kekhawatiran akan dampak jangka panjang, seperti penurunan nilai tanah, semakin memperburuk situasi di kalangan warga sekitar.

You can share this post!