IFEX: Peluang Emas Indonesia di Pasar Furnitur Global
Sumber Foto: Liputan6.com
Ekonomi

IFEX: Peluang Emas Indonesia di Pasar Furnitur Global

Suara News - Home

Bisnis

Ekonomi

Industri furnitur dan kerajinan menjadi salah satu sektor manufaktur kreatif terbesar dalam perdagangan dunia.

Oleh Septian Deny

Diterbitkan 08 Maret 2026, 15:30 WIB

Share

Copy Link

Batalkan

Perbesar

Liputan6.com, Jakarta - Pasar furnitur global saat ini bernilai sekitar USD 201 miliar per tahun. Angka ini menunjukkan bahwa industri furnitur dan kerajinan merupakan salah satu sektor manufaktur kreatif terbesar dalam perdagangan dunia.

Namun struktur pasar global tersebut masih sangat terkonsentrasi. China mendominasi dengan nilai ekspor sekitar USD 130 miliar, diikuti Vietnam sekitar USD 21 miliar dan Jerman sekitar USD 18 miliar. Sementara itu Indonesia mencatat ekspor furnitur dan kerajinan sekitar USD 2,44 miliar pada 2023, dan hingga November 2024 mencapai USD 2,37 miliar.

BACA JUGA: COCO Perluas Ekspansi ke Pasar Thailand

BACA JUGA: PLTS 200 Megawatt Bakal Dibangun di Jawa Tengah

BACA JUGA: Banten Bakal Punya Pabrik AC dan Mesin Cuci Rp 178 Miliar

Posisi ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi pemain relatif kecil dalam pasar global yang sangat besar. Namun pada saat yang sama, kondisi tersebut justru membuka peluang bagi Indonesia untuk tumbuh lebih cepat apabila strategi industri dan perdagangan dijalankan secara tepat.

Advertisement

Indonesia memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak negara lain. Kekayaan bahan baku tropis, mulai dari kayu hingga rotan, berpadu dengan tradisi kriya yang telah diwariskan selama berabad-abad. Furnitur dan kerajinan Indonesia tidak hanya menghadirkan fungsi, tetapi juga membawa identitas budaya, nilai estetika, dan kearifan lokal yang menjadi daya tarik tersendiri di pasar global.

Di tengah dinamika tersebut, Indonesia International Furniture Expo (IFEX) hadir sebagai salah satu platform penting yang mempertemukan kekuatan industri nasional dengan pasar dunia.

IFEX yang diselenggarakan oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) bersama Dyandra Promosindo telah berkembang dari sebuah pameran dagang menjadi platform global yang menghubungkan produsen furnitur Indonesia dengan buyers internasional.

Penyelenggaraan IFEX pada 5–8 Maret tahun ini di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City menandai babak baru dalam perjalanan pameran ini. Dengan luasan mencapai sekitar 85.000 meter persegi, IFEX kini menjadi salah satu pameran furnitur terbesar di kawasan Asia Tenggara dan menempati venue pameran terbesar dan terbaik di Indonesia.

Ekspansi

Perbesar

Ekspansi skala ini bukan sekadar soal ukuran pameran. Ia mencerminkan meningkatnya kepercayaan industri dan pasar internasional terhadap kemampuan Indonesia sebagai salah satu sumber penting furnitur dan kerajinan dunia.

Strategi mendatangkan buyers dunia ke Indonesia melalui pameran berskala internasional merupakan pendekatan yang terbukti efektif. Banyak negara yang berhasil memperkuat industrinya melalui platform perdagangan global seperti ini.

Vietnam, misalnya, berhasil meningkatkan ekspor furniturnya hingga lebih dari tujuh kali lipat dalam dua dekade terakhir, tidak hanya karena kekuatan industrinya, tetapi juga karena dukungan kebijakan pemerintah yang konsisten dalam promosi perdagangan, investasi industri, dan penguatan rantai pasok.

Indonesia memiliki potensi yang tidak kalah besar. Basis industri yang luas, kekayaan desain yang berakar pada budaya, serta meningkatnya kesadaran global terhadap produk berkelanjutan memberikan peluang bagi Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekspor furnitur.

Dalam konteks tersebut, IFEX memiliki peran strategis sebagai jembatan antara potensi industri nasional dengan pasar global. Platform ini membuka kesempatan bagi produsen dari berbagai daerah di Indonesia untuk bertemu langsung dengan buyers internasional, membangun jaringan bisnis baru, serta memperluas akses pasar.

Industri Naik Kelas

Perbesar

Momentum ini juga menunjukkan bahwa industri furnitur dan kerajinan Indonesia memiliki kemampuan untuk naik kelas dan bersaing lebih kuat di pasar global.

Apabila platform seperti IFEX terus diperkuat melalui kolaborasi antara industri, pemerintah, dan pelaku perdagangan internasional, Indonesia memiliki peluang nyata untuk meningkatkan kontribusinya dalam pasar furnitur dunia.

Dunia saat ini semakin mencari produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki keunikan desain, keberlanjutan material, dan cerita budaya di baliknya. Indonesia memiliki semua unsur tersebut.

Karena itu, IFEX bukan sekadar pameran tahunan. Ia merupakan momentum penting bagi Indonesia untuk menegaskan diri sebagai salah satu kekuatan baru dalam industri furnitur dunia.

industri

Furnitur

Industri Furnitur

ifex

Manufaktur

Advertisement

Septian DenyTim Redaksi

Share

Copy Link

Batalkan

Rekomendasi

PLTS 200 Megawatt Bakal Dibangun di Jawa Tengah

Banten Bakal Punya Pabrik AC dan Mesin Cuci Rp 178 Miliar

SeaBank Cetak Laba Bersih Rp 375 Miliar di Kuartal I 2026

Penuhi Kebutuhan Garam Nasional, Pemerintah Andalkan Proyek di NTT

Pengusaha: Mati Hidup Industri Keramik Tergantung Suplai Gas

Mulai Pulih, Industri Keramik Bidik Utilitas 75% di 2026

Perbaikan Darurat Bikin Industri Migas Rugi Rp 8,8 Miliar Dalam 1 Jam

Sumbang 61% ke PDB, Masih Banyak UMKM Belum Bankable

3 Pilar Fundamental Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8%