A A A
Nagekeo, 27 November 2025 Institut Nasional Flores (INF) hari ini menggelar wisuda perdana dan berhasil mencetak 36 sarjana baru. Acara berlangsung di Aula Setda Kabupaten Nagekeo dan dihadiri para pejabat daerah, orang tua wisudawan, serta tamu undangan.
Rektor Institut Nasional Flores, Dr. Yohanes Fredianus Kasi, S.Si., M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Kepala LLDikti Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, M.Eng, atas pendampingan dan dukungan penuh bagi INF dalam banyak aspek, mulai dari akademik, peningkatan SDM, hingga proses akreditasi. Program KIP-Kuliah dan PMM-15 juga disebutnya sangat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan studi.
BACA JUGA : PETI di Karang Berahi Bising Hingga Azan Maghrib, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dr. Andreas Hugo Pareira dan Anita Jacoba Gah atas dukungan beasiswa jalur aspirasi untuk mahasiswa INF.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepada para lulusan, Rektor menitip pesan bahwa mereka adalah “anak pertama” INF yang memegang tanggung jawab besar sejak awal berdirinya kampus tersebut.
“Kalian seperti kapal di dermaga. Kapal diciptakan bukan untuk diam, tetapi untuk mengarungi lautan. Begitu juga kalian. Kebanggaan kami bukan pada toga yang kalian pakai, tetapi pada karya kalian nanti bagi masyarakat,” tegasnya.
BACA JUGA : Cegah Luka Psikis Akibat Bullying, Mahasiswa UMAHA Lakukan Penyuluhan Hukum
Bupati Nagekeo: Awal Transformasi SDM
Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, dalam sambutannya mengatakan bahwa INF hadir dengan fokus pada teknologi rekayasa pangan dan pertanian terpadu sebagai jawaban atas isu kerawanan pangan dan peningkatan kualitas SDM di Nagekeo.
“Kehadiran kampus ini menjadi harapan besar bagi transformasi Nagekeo menuju daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para wisudawan agar tidak berhenti belajar dan membawa ilmu yang didapat untuk mengabdi di tengah masyarakat.
DPRD Nagekeo. Wisuda Adalah Permulaan
Wakil Ketua DPRD Nagekeo, Yohanes Siga, mengingatkan bahwa gelar akademik bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab baru.
BACA JUGA : Melalui Pembinaan Kemandirian, Lapas Kelas IIB Bangko Dorong Produktivitas Warga Binaan
“Nagekeo dan Flores membutuhkan SDM yang kreatif, berintegritas, dan siap bersaing. Gelar yang kalian raih harus menjadi modal untuk berkarya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa DPRD bersama Pemerintah Daerah terus berupaya mendorong mutu pendidikan dan membuka peluang ekonomi serta lapangan kerja.
Tonggak Penting Bagi INF
Wisuda perdana ini menjadi momen penting bagi Institut Nasional Flores yang terus berkembang dan memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi di NTT. Para lulusan diharapkan menjadi motor penggerak perubahan di daerah masing-masing.
Penulis : Severinus je
Sumber Berita: Suara utama
Berita Terkait
Dipicu Ejekan di Media Sosial, 20 Remaja Terlibat Tawuran di Bitung Diamankan Polisi
Aktivitas PETI di Desa Koto Baru Beroperasi Hingga Malam, Warga Minta Penertiban
Ramadhan Sebagai Momentum Refleksi Spiritual Dan Penguatan Solidaritas Sosial
Di Tengah Kemuliaan Ramadhan, Pandawa Media Group Salurkan Kebaikan Lewat Bukber dan Santunan
Menjaga Keteduhan Ramadan di Bangka Belitung melalui Sinergi Kebijakan dan Informasi
47 Pejabat Pemkab Tanggamus Dilantik, Bupati Saleh Asnawi Tekankan Birokrasi Profesional dan Berintegritas
Semerbak Takjil dan Syiar di Jantung Kota: Kampung Ramadan Gerak Syariah Resmi Dibuka
Proyek Puskesdes Parit Jawa Disorot, PPK Dinkes Belum Beri Penjelasan, Inspektorat Sulit Dikonfirmasi
Berita ini 54 kali dibaca
Berita Terbaru
Berita Utama
Dipicu Ejekan di Media Sosial, 20 Remaja Terlibat Tawuran di Bitung Diamankan Polisi
Nasional
Publik Pertanyakan Tanggung Jawab Oknum Kepala Disdikbud Kab. Probolinggo Perihal Raib Nya Motor Guru di Area Parkir
Berita Utama
Aktivitas PETI di Desa Koto Baru Beroperasi Hingga Malam, Warga Minta Penertiban
Berita Utama
Ramadhan Sebagai Momentum Refleksi Spiritual Dan Penguatan Solidaritas Sosial
Nasional
Miris, Diduga Oknum Disdikbud Kab. Probolinggo Terindikasi Tidak Taat dan Patuh Pada Hukum
Nasional
Warga Desa Matekan Yang Atap Nya Ambruk Akhir Mendapat Kiriman Matrial RTLH, Anggaran Masih Misterius