- Penulis
- 18:11 WIB
A A A
SUARA UTAMA, Tanjab Barat – Kepala Desa (Kades) Desa Kepayang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, M. Topik, memberikan penjelasan terkait keluhan warga mengenai dugaan jual beli Buku KIA oleh oknum bidan setempat. Keterangan ini disampaikan melalui sambungan telepon, (19/1/26) Senin pagi.
Warga telah melapor dan mempertanyakan apakah buku KIA diberikan secara gratis atau harus dibeli. “Warga datang bertanya dan melaporkan ke saya terkait hal ini, jadi saya langsung lakukan konfirmasi untuk mendapatkan informasi yang akurat,” ujar M. Topik.
BACA JUGA : Dinas Ketahanan Pangan Dogiyai Gelar Aksi Bersih Terminal Moanemani
Setelah melakukan verifikasi kepada Kepala Puskesmas Kecamatan Senyerang, diketahui terdapat perbedaan aturan pemberian buku KIA. “Jika pasien berobat di Puskesdes atau Posyandu, buku KIA diberikan secara gratis. Namun, jika berobat di klinik atau secara mandiri, memang diperlukan pembelian buku tersebut,” jelas Kades.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi tersebut kemudian disampaikan kembali kepada warga agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. “Laporan warga ini telah saya konsultasikan dan konfirmasikan kepada Kepala Pukesmas setempat agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.
BACA JUGA : Berau Kesultaan Sambaliung Tak Dihargai Salah Satu Perusaan Terbesar
Kades menambahkan bahwa langkah konfirmasi dan penyampaian informasi ini dilakukan untuk memastikan semua kondisi di desa berjalan dengan baik dan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan benar.
Terpisah, Kepala Puskesmas Senyerang Dr. Leni memberikan tanggapan terkait permasalahan tersebut. “Kami kurang paham mengenai pengadaan buku secara mandiri, karena buku KIA yang ada di puskesmas, posyandu maupun poskesdes berasal dari pengadaan Dinas Kesehatan, dan saya tidak melihat buku yang diperjualbelikan secara langsung. Kemarin Kades menghubungi saya untuk memberitahu masalah penjualan buku KIA, kemudian saya langsung memanggil bidan yang bersangkutan,” ungkapnya.
BACA JUGA : Proyek Puskesdes Parit Jawa Disorot, PPK Dinkes Belum Beri Penjelasan, Inspektorat Sulit Dikonfirmasi
Menurut Dr. Leni, bidan yang bersangkutan menyatakan bahwa penjualan buku tersebut dilakukan saat ia praktik mandiri, di luar lingkup dinas kesehatan dan puskesmas. “Pasien datang ke rumahnya, dan bidan tersebut memberi tahu bahwa buku tersebut dibelinya secara pribadi kemudian pasien ingin membelinya, yang dianggap sebagai dasar suka sama suka,” tambahnya.
Diketahui bahwa buku KIA yang dijual tersebut dibeli secara pribadi oleh bidan melalui platform online Shopee.(Tim)
Penulis : Hengky Deviza
Editor : Aisyah Putri Widodo
Sumber Berita: Redaksi Suara utama
Berita Terkait
Mampukah Meja Bundar Kraton Melahirkan Solusi Permanen
Pengurus LDTQN dan IBU BELA Palangkaraya Gelar Manaqib di Yayasan Al-Qonita
Kepengurusan Karang Taruna Pandeglang 2025–2030 Sah, Siap Rumuskan Agenda Strategis Daerah
Pimpin Apel Pasca-Lebaran, Wali Kota Pangkalpinang Minta ASN Bawa Semangat Baru dan Terapkan WFH Bergilir
Langkah Percepat Penggantian Direktur Utama Bank kaltimtara, Padahal Masa Jabatan Masih Ada.
Jalan Hancur Bak Kubangan Gajah, Warga Margo Tabir Sindir Keras Pemerintah: “Jangan Tutup Mata!”
Warga Dusun Tempur RT 15 Kepanjen Malang Keluhkan Proyek Penggalian Pipa, Air PDAM Mati hingga Malam
Nasabah, Diduga Menjadi Korban Penyalahgunaan Oknum Pegawai, Bank.
Berita ini 35 kali dibaca
Berita Terbaru
Berita Utama
Mampukah Meja Bundar Kraton Melahirkan Solusi Permanen
Berita Utama
Pengurus LDTQN dan IBU BELA Palangkaraya Gelar Manaqib di Yayasan Al-Qonita
Berita Utama
Kepengurusan Karang Taruna Pandeglang 2025–2030 Sah, Siap Rumuskan Agenda Strategis Daerah
Berita Utama
Pimpin Apel Pasca-Lebaran, Wali Kota Pangkalpinang Minta ASN Bawa Semangat Baru dan Terapkan WFH Bergilir
Berita Utama
Langkah Percepat Penggantian Direktur Utama Bank kaltimtara, Padahal Masa Jabatan Masih Ada.
Berita Utama
Jalan Hancur Bak Kubangan Gajah, Warga Margo Tabir Sindir Keras Pemerintah: “Jangan Tutup Mata!”