- Publisher
- 11:49 WIB
A A A
SUARA UTAMA, Probolinggo – Surat pemberitahuan aksi demontrasi Gerak KTS yang di layangkan ke polres probolinggo, polsek Paiton, kepala desa Sukodadi dan PT. POMI pada tanggal 12 Juni 2025. Pemerintah kabupaten Probolinggo melalui pemerintah kecamatan Paiton berinisiatif mengundang kedua belah pihak dangan maksud dan tujuan mencari solusi terbaik demi kondusifitas pemerintah kabupaten Probolinggo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mediasi berlangsung di kantor kecamatan Paiton pada tanggal 13 Juni 2025 mulai sekitar jam 15. 00 wib. mediasi di hadiri oleh asisten pemerintah dan kesra kabupaten Probolinggo, staf ahli bidang ekonomi dan keuangan, pemerintah kecamatan Paiton, kapolsek Paiton, Danramil Paiton, perwakilan PT. POMI, kepala desa Sukodadi, BPD Sukodadi, Kasyadi dan Wito Suwandi sebagai penanggung jawab aksi untuk rasa.
BACA JUGA : Undangan Diantar Langsung Oleh Raja Datu Sambaliung, Perusahaan Tidak Hadir Seakan Menghindar.
Adapun yang menjadi pembahasan dalam mediasi di antaranya, pemerataan tenaga kerja, CSR, dan penurunan bener yang sudah terpampang di pinggir jalan Pantura yang bertuliskan tuntutan pada saat demonstrasi berlangsung. mediasi berjalan dengan alot dan memakan waktu panjang sehingga harus Hiatus/jedah guna untuk menjalankan sholat Magrib.
Sebelum Hiatus/jedah Kepala Desa Sukodadi “Novian Ramadhanu” Sempat walk out dari ruang mediasi saat membahas adanya PT. menurut nya, PT tersebut adalah kesatuan dan masuk dalam tuntutan Aksi nantinya. Sementara, pihak perwakilan PT POMI enggan Membahas nya, dengan alasan tidak tertulis dalam surat pemberitahuan aksi.
Saat team media mengkonfirmasi kepala desa Sukodadi “Novian Ramadhanu” pada saat walk out. ia mengira dengan mediasi menemukan titik terang/kesepakatan. “Saya sebenarnya ada di Surabaya, saya kira mediasi ini ada kesepakatan dan sudah ada titik terang. makanya saya meminta ijin untuk pulang duluan dari Surabaya. Namun, Ternyata, belum ada kesepakatan. “Ucap nya.
BACA JUGA : Badan Otonom NU Tungkal Ulu Bagikan Seribu Porsi Takjil di Desa Taman Raja
Pada saat jedah untuk melakukan ibadah sholat magrib “Kasyadi” sebagai penanggung jawab aksi unjuk rasa/Demonstrasi yang akan berlangsung pada tanggal 18 Juni 2025 mengatakan, bahwa mediasi belum ada kesepakatan.
“Kita itu kan PT Lokal, cobalah di perhatikan juga. ini sudah berapa puluh tahun belum pernah di tenderkan sampai saat ini. terkait demo, jika tidak ada kepastian/kesepakatan kita tetap akan berdemo, sementara untuk umum oke lah ada kesepakatan. namun, untuk PT ini kan masih belum ada kesepakatan. “katanya.
Senada dengan “Wito Suwandi” ketua karang taruna Desa Sukodadi sekaligus penanggung jawab aksi Demonstrasi nantinya. Ia juga menegaskan bahwa mediasi belum menemukan titik terang dan akan ada mediasi kedua.
BACA JUGA : Truck Alpomain Parkir Depan Kantor Pengairan Pekalen, Publik Pertanyakan Ada Target Atau Matrial Habis
“mediasi yang sekarang ini tidak berjalan dengan baik dan tidak ada titik terang. ini masih jedah, setelah ini kita di minta kumpul lagi untuk menentukan tanggal dan bulan mediasi ke dua. jika untuk umum, sudah ada kesepakatan seperti pemerataan tenaga kerja untuk semua desa termasuk desa Sukodadi. “Jelas nya.
Sementara perwakilan dari PT. POMI “Rahman” yang hadir dalam mediasi tersebut saat di konfirmasi prihal hasil/kesepakatan dengan adanya mediasi yang di fasilitasi oleh pemerintah kecamatan Paiton. ia hanya menjawab masih dalam proses. “waalaikumsalam. Dalam Proses. “Jawab nya.
Penulis : Ali Misno
Berita Terkait
Masyarakat Menjerit Oknum EO Melejit, Event Harjakapro ke 280 Terindikasi Bukan Pesta Rakyat Melainkan Ajang Bisnis Oknum EO
Hujan Ekstrem Lumpuhkan Aktivitas Warga, Siswa SMP IL Kapitan Fatubaa NTT Terhambat Bersekolah
Kepala Disnakertrans Berau. Masyarakat lokal Sulitan Dapat Kerja, Justru Terbuka Untuk Tenaga Kerja luar Daerah.
Bupati Yudas Tebai Tekankan Realisasi Anggaran Distrik
Dinas Sosial Way Kanan Gelar Pelatihan Operator SIKS-NG di Baradatu
DPRD Berau Menyoroti Ketimpangan Data. Jangan Hanya Bagus Diatas Kertas, Nyatanya Warga lokasi Susah Mendapat Kerja.
Statement Oknum EO Kontradiktif, Publik Meminta Transparan Agar Tidak Ada Kesan Bagi Bagi Angpao di Balik Panggung
Bea Cukai Kab. Probolinggo Memilih Diam Saat di Konfirmasi Media Perihal Izin NPPBKC, PBG dan Penemuan Rokok Tanpa Pita Cukai
Berita ini 235 kali dibaca
Tag : Demo Karangtaruna Paiton pemerataan PLTU POMI PT tenagakerja
Berita Terbaru
Nasional
Masyarakat Menjerit Oknum EO Melejit, Event Harjakapro ke 280 Terindikasi Bukan Pesta Rakyat Melainkan Ajang Bisnis Oknum EO
Berita Utama
Hujan Ekstrem Lumpuhkan Aktivitas Warga, Siswa SMP IL Kapitan Fatubaa NTT Terhambat Bersekolah
Hukum
KUHAP 2025 Perkuat Hak Bantuan Hukum: Advokat Kini Wajib Hadir Sejak Awal Penyidikan
Berita Utama
Kepala Disnakertrans Berau. Masyarakat lokal Sulitan Dapat Kerja, Justru Terbuka Untuk Tenaga Kerja luar Daerah.
Berita Utama
Bupati Yudas Tebai Tekankan Realisasi Anggaran Distrik
Nasional
Dinas Sosial Way Kanan Gelar Pelatihan Operator SIKS-NG di Baradatu