Suara News - Setiap butir lemon akan memunculkan tunas baru, dan lemon tidak akan pernah punah.
Kutipan tersebut menggambarkan premis yang diangkat pada novel As Long As The Lemon Trees Grow karya Zoulfa Katouh. Pasalnya judul novel ini diambil dari puisi Nizar Qabbani yang merujuk lansung ke identitas kota Homs, yang dikenal memiliki pohon lemon di hampir setiap rumah. Pohon lemon dalam novel ini melambangkan ketahanan rakyat Suriah yang tidak bisa dicabut akarnya oleh kekerasan militer.
Novel ini merupakan karya debutnya Zoulfa Katouh, penulis asal Suriah yang bergenre Young Adult dan berhasil memenangkan penghargaan kategori Amazon Best Young Adult Books of the Year 2022. Secara umum ceritanya menggambarkan kondisi revolusi Suriah, yang bukan hanya sekadar konflik politik, tetapi juga ujian bagi jiwa manusia dalam mepertahankan iman dan ketabahan di tengah kehancuran total.
Konflik Batin Salama, Antara Menyelamatakan Diri atau Menyelamatkan Jiwa-Jiwa yang Terluka
Novel ini bercerita tentang Salama, seorang perempuan yang harus kehilangan Ibu, Ayah, dan Kakaknya yang ditawan ketika perang Suriah berlangsung. Salama tidak mengetahui apakah anggota keluarganya masih dalam keadaan hidup atau mati. Yang tersisa hanyalah Layla, istri dari kakaknya yang juga harus bertahan hidup dengan jabang bayi yang ada di perutnya, dan telah menjadi kewajiban Salama untuk mejaga mereka.
Konflik batin Salama dalam novel ini muncul ketika dia bertemu dengan sosok peria bernama Khawf yang selalu mendorong Salama untuk pergi meninggalkan Suriah. Namun, di sisi lain Salama juga bertemu dengan seorang pemuda bernama Kenan, yang memiliki semangat membara dalam membela tanah kelahirannya Suriah. Hal tersebut memunculkan sebuah dilema bagi Salama, antara harus tetap tinggal untuk negaranya, ataukah pergi meningalkan Suriah, di tengah kondisi Suriah yang semakin buruk.
Dalam novel ini, Salama dan Kenan digambarkan sebagai dua orang yang berusaha melakukan perlawanan baik melalui iman maupun tindakan kemanusiaan. Salama bekerja disebuah rumah sakit yang menampung para korban kekerasan militer, dia berusaha mengerahkan kemampuannya dengan menjadi ahli bedah. Sedangkan Kenan, melalui lensa kameranya, dia berusaha untuk mendokumentasikan dan mengabarkan kepada dunia bahwa Suriah sedang tidak baik-baik saja.
Etika Kedokteran Islam dan Konsep Fard Kifayah dalam Konflik Novel As Long As The Lemon Trees Grow
Pengabdian Salama untuk rakyat Suriah ini sesuai dengan konsep Fard Kifayah. Dalam kamus Oxford Reference Fard Kifayah diartikan sebagai kewajiban yang harus dipenuhi oleh komunitas Muslim, seperti perjuangan militer; jika cukup banyak anggota komunitas Muslim yang memenuhi kewajiban tersebut, Muslim yang tersisa terbebas dari tanggung jawab di hadapan Allah. Namun, jika kewajiban tidak dipenuhi, setiap Muslim individu harus bertindak mengatasi kekurangan tersebut.
Dalam hal ini, Fard Kifayah juga berarti tentang tanggung jawab sosial. Meskipun salama baru mengeyam dua tahun pendidikan farmasi, kelangkaan dokter di kota Homs, menumbuhkan beban moralnya untuk melakukan prosedur bedah yang belum sesuai dengan kualifikasi formalnya. Dalam novel tersebut, Salama melayani para korban dengan penuh dedikasi, seringkali bahkan melupakan keselamatan dirinya sendiri.
Namun, terkadang pengabdiannya juga menjadi beban psikologis sendiri, khususnya ketika dia tidak mampu menyelamatkan nyawa seseorang. Pengabdian Salama pada novel ini juga mencerminkan bahwa dalam islam, memberikan bantuan medis di zona peran bukan hanya sebuah aksi kemanusiaan biasa, tetapi juga dapat dimaknai sebagai bentuk ibadah dan mujahadah (perjuangan di jalan Allah) yang memiliki nilai ukhrawi yang kekal.
Dalam novel ini Zoulfa Katouh berusaha untuk mendokumentasikan ketahanan sebuah bangsa yang menolak untuk menyerah pada keputusasaan. Novel ini juga mengingatkan kita bahwa di tengah kegelapan total, iman adalah pelita yang dapat memberikan pentunjuk dan arah. Zoulfa Katouh memperlihatkan perjuangan rakyat Suriah yang tidak pernah terlupakan dan bahwa “ selama pohon lemon masih tumbuh,” harapan akan kebebasan tidak akan pernah mati.