Kirab Budaya Kepak Wonosari yang diselenggarakan baru-baru ini menjadi sorotan, terutama terkait dengan ketidakhadiran Dukuh Sumbermulyo. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, namun absennya sosok Dukuh Sumbermulyo menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan warga.
Warga Sumbermulyo merasa kehilangan sosok yang seharusnya mewakili mereka dalam acara budaya yang penting ini. Ketidakhadiran Dukuh dianggap sebagai simbol dari masalah yang lebih besar, yaitu kurangnya perhatian terhadap budaya lokal dan peran penting pemimpin desa dalam menjaga tradisi.
Kehadiran pemimpin desa dalam acara budaya, seperti kirab ini, diharapkan dapat menjadi contoh dan motivasi bagi masyarakat untuk lebih menghargai serta melestarikan tradisi yang ada. Ketidakhadiran Dukuh Sumbermulyo diharapkan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam upaya melestarikan budaya lokal.