KMP Mamberamo Foja Kembali Beroperasi, Pulihkan Konektivitas di Wilayah Timur Indonesia
Denyut Publik

KMP Mamberamo Foja Kembali Beroperasi, Pulihkan Konektivitas di Wilayah Timur Indonesia

Konektivitas di Wilayah Timur Indonesia kembali meningkat dengan dioperasikannya KMP Mamberamo Foja oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pada Minggu, 12 April 2026. Pengoperasian kapal ini sempat terhenti akibat cuaca buruk pada 10 April 2026.

KMP Mamberamo Foja melayani dua lintasan utama, yaitu Biak–Teba–Bagusa–Trimuris–Kasonaweja dan Biak–Bromsi. Bagi masyarakat di wilayah 3TP (Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan), kapal ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga simbol harapan yang membawa akses ke pasar, layanan kesehatan, dan potensi pertumbuhan ekonomi lokal.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan bahwa pengoperasian kembali kapal ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga keberlanjutan layanan publik di seluruh Indonesia. "Kami memastikan layanan penyeberangan tetap hadir sebagai urat nadi konektivitas wilayah dengan mengedepankan keselamatan. Ini bukan hanya tentang mobilitas, tetapi tentang menjaga akses ekonomi, distribusi logistik, dan membuka peluang pariwisata, khususnya di Wilayah Timur Indonesia," ungkapnya.

Jadwal Operasional dan Keamanan

Selama bulan April 2026, rute Biak–Teba–Kasonaweja akan dilayani secara berkelanjutan dengan keberangkatan sore dari Biak, yang dilanjutkan ke Bagusa, Trimuris, dan Kasonaweja. Pola serupa diterapkan untuk perjalanan sebaliknya demi memastikan kesinambungan layanan. Sementara itu, lintasan Biak–Bromsi dioperasikan secara berkala dengan jadwal fleksibel, terutama pada akhir pekan hingga awal pekan, termasuk waktu pagi, siang, dan malam.

Seluruh operasional kapal dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan serta mempertimbangkan kondisi cuaca, guna menjamin layanan yang andal dan berkelanjutan.

Distribusi Logistik dan Dampak Ekonomi

General Manager ASDP Cabang Biak, Windra Soelistiawan, menekankan bahwa kesiapan kapal sangat penting dalam menjangkau wilayah pesisir dan terpencil. KMP Mamberamo Foja memiliki kapasitas untuk 67 penumpang dan 7 unit kendaraan, yang dinilai cukup untuk mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik secara efektif.

“Kehadiran kapal ini memberi dampak nyata. Mobilitas masyarakat kembali lancar, distribusi logistik terjaga, dan aktivitas ekonomi mulai bergerak kembali,” jelasnya.

Konektivitas yang baru dibangun ini berpotensi menggairahkan ekonomi lokal. Biak dan Teba dikenal dengan hasil lautnya, Bagusa dan Trimuris sebagai penghasil sagu, Kasonaweja dengan potensi perikanan dan padi, serta Bromsi yang memiliki produksi ubi jalar. Dengan terhubungnya wilayah-wilayah ini, distribusi komoditas menjadi lebih efisien dan bernilai tambah.

Selain itu, potensi pariwisata juga semakin terbuka. Keindahan alam Biak, pesona pantai Teba dan Bromsi, serta wisata sungai Kasonaweja dapat dikembangkan secara terintegrasi untuk menarik lebih banyak pengunjung.

Sepanjang tahun 2025, KMP Mamberamo Foja telah melayani 13.083 penumpang, mengangkut 282 kendaraan campuran, serta sekitar 5.730 ton muatan curah, yang menegaskan perannya sebagai penghubung utama antar wilayah.

Dengan demikian, ASDP terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam konektivitas nasional, menghubungkan Indonesia hingga ke wilayah 3TP, termasuk Wilayah Timur, melalui layanan penyeberangan yang aman, andal, dan berkelanjutan.

You can share this post!