Krisis Kemanusiaan Gaza Meningkat Akibat Pembatasan Bantuan
Suara News - Warga Gaza saat antre untuk menerima makanan (Foto: Anadolu)
Bagikan
Berita Terkini
Eksklusif di WhatsApp GarudaTV
Gabung
Isi Konten
Dampak Rantai Pasok
Seruan Akses Kemanusiaan
JAKARTA – Pemerintah Gaza memperingatkan krisis kemanusiaan berpotensi semakin parah menyusul pembatasan bantuan yang diberlakukan Israel. Dalam pernyataannya, Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut jumlah truk bantuan yang diizinkan masuuk turun drastis, dari 25 menjadi hanya lima perhari.
Baca Juga
Arab Saudi dan Bahrain Kecam Serangan Rudal Iran ke Teluk
Pembatasan tersebut disebut mengancam kelangsungan operasi organisasi nirlaba asal Amerika Serikat, World Central Kitchen (WCK), yang selama ini menyediakan sekitar satu juta porsi makanan gratis setiap hari di Gaza. “Hambatan serius yang diberlakukan Israel di lapangan” dinilai melemahkan kapasitas operasional WCK dan berpotensi memaksa penghentian aktivitas dalam beberapa hari mendatang.
Dampak Rantai Pasok
Dilansir dari Anadolu, Jumat (27/2/2026), Pemerintah Gaza menuding Israel menekan agar bahan baku dibeli dari dalam negeri alih-alih melalui Mesir, sehingga mengubah rantai pasok, meningkatkan biaya, dan menambah hambatan distribusi. Gaza menegaskan akar persoalan terletak pada pembatasan masuknya bantuan, yang disebut melanggar hukum humaniter internasional.
Seruan Akses Kemanusiaan
World Central Kitchen menegaskan akan terus menyalurkan makanan selama pasokan masih tersedia, namun memperingatkan operasi tidak dapat berlangsung tanpa arus bantuan yang konsisten. Organisasi itu menekankan kebutuhan mendesak akan akses kemanusiaan yang aman untuk mengirim pasokan dari Mesir ke Gaza.
Baca Juga
AS dan Iran Mogok Dagang Meskipun Visa Timnas Iran telah Dikeluarkan
WCK sebelumnya juga melaporkan sejumlah stafnya tewas dalam serangan Israel dan beberapa kali terpaksa menghentikan operasi setelah truk bantuan ditolak masuk.

TAGGED: Gaza Israel Jalur Gaza Krisis Kelaparan di Gaza Palestina
Bagikan Berita Ini
Bagaimana perasaanmu atas berita ini?
Love0
Sad0
Happy0
Angry0
Previous Article
Krisis Memori Global: Apple Rela Bayar Dua Kali Lipat demi Amankan Pasokan iPhone 17
Next Article
Penyebab Utama Konflik Pakistan-Afghanistan Kembali Membara, Warga Sipil Jadi Korban




