{"source_type":"vicut","data":{"client_key":"aw889s25wozf8s7e","source_type":"vicut","source_platform":"mobile_2","appVersion":"16.3.0","enterFrom":"new_image","os":"android","product":"vicut","editType":"image_edit","region":"ID","picture_id":"DSGM0P2A-ZQL3-CZT0-ILVL-CIKET91CCJ5B","pictureId":"DSGM0P2A-ZQL3-CZT0-ILVL-CIKET91CCJ5B","capability_name":"capcut_photo_editor"},"tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"client_key":"aw889s25wozf8s7e","source_type":"vicut","source_platform":"mobile_2","appVersion":"16.3.0","enterFrom":"new_image","os":"android","product":"vicut","editType":"image_edit","region":"ID","picture_id":"DSGM0P2A-ZQL3-CZT0-ILVL-CIKET91CCJ5B","pictureId":"DSGM0P2A-ZQL3-CZT0-ILVL-CIKET91CCJ5B","capability_name":"capcut_photo_editor"}"}
A A A
SUARA UTAMA, Tanjab Barat – Beberapa proyek jalan di wilayah Lurah Tungkal 2 yang dibiayai dari berbagai anggaran pemerintah menunjukkan kinerja yang tidak maksimal. Pantauan media menemukan kondisi yang mengkhawatirkan pada proyek jalan yang dibiayai APB-P 2024, APBD-P 2025, serta Dana Alokasi Umum (DAU) 2025, yang semuanya berlokasi RT 04 Parit Empat Darat.Kelurahan Tungkal 2,Kecamatan Tungkal Ilir, Minggu (11/1/26).
Meskipun telah diselesaikan oleh kontraktor pihak ketiga, jalan tersebut menunjukkan tanda-tanda kerusakan dini. Material batu dan pasir telah muncul ke permukaan dan bahkan menimbulkan debu bagi pengguna jalan. Hal ini menjadi ironis karena jalan tersebut hanya dilalui kendaraan motor, tanpa adanya lalu lintas kendaraan berat yang biasanya menjadi penyebab utama kerusakan jalan.
Warga setempat mengaku sangat bersyukur atas adanya pembangunan jalan ini, namun tidak bisa menyembunyikan kekecewaan terkait kualitas pekerjaan yang dilakukan. Beberapa warga bahkan menyampaikan rasa khawatir untuk menyampaikan kritik, karena takut akan berdampak pada pemberian bantuan pembangunan di masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Upaya untuk mendapatkan klarifikasi terkait kondisi proyek ini dari Lurah Tungkal 2, Tono, belum mendapatkan tanggapan. Saat dihubungi melalui telepon, nomor ponselnya hanya menunjukkan nada panggilan. Pesan singkat yang dikirim melalui WhatsApp juga tidak dijawab, meskipun status pesan menunjukkan telah terbaca oleh pihak lurah hingga berita ini diterbitkan.
Warga berharap pihak terkait, khususnya anggota Dewan komisi III dapi Kecamatan Tungkal Ilir dan Lurah Tungkal 2, dapat melakukan kunjungan langsung ke lokasi untuk melihat kondisi secara langsung dan melakukan pemeriksaan ulang terkait kualitas pekerjaan. “Kami hanya berharap dana publik yang digunakan untuk pembangunan bisa memberikan manfaat yang maksimal dan hasilnya tahan lama,” ujar warga setempat.(Tim)
BACA JUGA : Dinas Ketahanan Pangan Dogiyai Gelar Aksi Bersih Terminal Moanemani
Penulis : Hengky Deviza
Editor : Aisyah Putri Widodo
Sumber Berita: Redaksi Suara utama
Berita Terkait
Sambut Tradisi Ceng Beng, Pemkot Pangkalpinang Hidupkan Kembali Turnamen Golf di Girimaya
Petani Minta Pemerintah Berau Dan Perusahaan Membantu Jalan Agar Usaha Tani Direalisasikan
Jaga Ekosistem Pesisir, Wali Kota Pangkalpinang dan Perkumpulan Kiok Bangka Tanam Mangrove
IPMPPR Malang Desak Investigasi Independen Konflik Dogiyai
Festival Kampung Bintang 2026: Rawat Toleransi dan Geliatkan Ekonomi Kreatif Pangkalpinang
Pemred SUARA UTAMA, Andre Hariyanto Dikaruniai Anak Perempuan Bernama Zahwa Qarira Nazhira
Enam Warga Sipil Tewas dalam Insiden Kekerasan Di Kabupaten Dogiyai
Rencana pemanggilan Corporate Social Responsibility. Oleh Dewan Perwakilan Rakyat
Berita ini 21 kali dibaca
Berita Terbaru
Pendidikan
Miris! Fasilitas SDN 84/VI Telun Memprihatinkan, Wakil Ketua II DPRD Merangin Desak Pemda Bertindak
Nasional
Pegiat Anti Korupsi Jadi Direktur Utama Probolinggo Rafting, Warga Mengapresiasi dan Sebut CEO Menyamar
Nasional
Viral Video Diduga Warga Danau Konsumsi Sabu Saat Video Call, Warga Minta Aparat Bertindak
Nasional
Konflik Harga TBS Memanas, KPNT Soroti Sikap APKASINDO Merangin yang Dinilai Tak Berpihak ke Petani
Berita Utama
Sambut Tradisi Ceng Beng, Pemkot Pangkalpinang Hidupkan Kembali Turnamen Golf di Girimaya
Nasional
Dana Ketahanan Pangan Rp140 Juta Diduga Disalahgunakan, Program Gagal Panen Picu Kemarahan Warga Muaro Langayo