Lapas Madiun Fasilitasi Warga Binaan Hadiri Pemakaman Istri
Sosial

Lapas Madiun Fasilitasi Warga Binaan Hadiri Pemakaman Istri

Suara News - Brilian-news.id | Madiun – Wujud komitmen terhadap pemenuhan hak kemanusiaan warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun memfasilitasi seorang warga binaan untuk menghadiri prosesi pemakaman istrinya yang meninggal dunia. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah melalui prosedur dan mekanisme yang berlaku, termasuk sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) serta pertimbangan administratif dan keamanan Selasa (24/02).

Kepala Lapas Kelas I Madiun Andi Wijaya Rivai menegaskan bahwa pemberian izin keluar sementara tersebut telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan. Pengeluaran warga binaan ini telah melalui sidang TPP dan asesmen risiko secara komprehensif. Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap hak kemanusiaan, namun tetap mengedepankan aspek keamanan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa selama pelaksanaan, warga binaan mendapatkan pengawalan ketat dari petugas pemasyarakatan. Pengawalan dilakukan sejak keberangkatan, selama prosesi pemakaman, hingga kembali ke Lapas guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Bacaan Lainnya

Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Lapas Kelas I Madiun Lakukan Langkah Preventif Pencegahan Hantavirus Melalui Pemasangan Banner Edukasi Kesehatan

Penguatan Fungsi Pengamanan, Lapas Kelas I Madiun Ikuti Zoom Pengarahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan

Semangat Harkitnas ke-118, Lapas I Madiun Gelar Upacara Demi Wujudkan Generasi Bangsa yang Berdaulat

Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman. Warga binaan tersebut tampak didampingi petugas saat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah istrinya. Dalam kesempatan singkat warga binaan GS, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Lapas. “Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kalapas dan seluruh petugas yang telah memberikan kesempatan ini. Setidaknya saya bisa melihat istri saya untuk terakhir kalinya dan mengantarkannya ke peristirahatan terakhir,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Fasilitasi ini menjadi bukti bahwa sistem pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan dan keamanan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Dengan tetap berpedoman pada prosedur dan pengawasan ketat, Lapas Kelas I Madiun berupaya menghadirkan pendekatan yang humanis dalam setiap pelaksanaan tugasnya.

Lapas Madiun

Navigasi pos

Pos sebelumnya Ramadan Tetap Kondusif, Lapas I Madiun Konsisten Laksanakan Razia Rutin

Pos berikutnya Polres Situbondo Bersama Insan Pers Berbagi Takjil Ratusan Bungkus Habis Dalam 10 Menit

You can share this post!