Penyuluhan hukum untuk mencegah luka psikis akibat bullying di lingkungan sekolah (Moch. Gufron Fajar Rezki/SUARA UTAMA)
A A A
SUARA UTAMA, Sidoarjo – Peristiwa bullying di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan serius yang berdampak langsung pada kondisi psikologis anak.
Data menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Data Kekerasan terhadap Anak
Pada periode Januari – 18 November 2023 tercatat sebanyak 10.617 anak menjadi korban, lalu meningkat menjadi 12.216 korban pada periode yang sama di tahun 2024 atau naik sekitar 15 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tren ini tidak menunjukkan tanda penurunan, bahkan kembali melonjak pada periode Januari – 18 November 2025 dengan jumlah korban mencapai 14.512 orang atau meningkat sekitar 18 persen.
Angka tersebut menjadi peringatan serius bahwa bullying dan berbagai bentuk kekerasan lainnya bukan sekadar persoalan sepele, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan mental dan masa depan generasi muda.
BACA JUGA : Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah Berpotensi Rayakan Idul Fitri 2026 Secara Serentak
Penyuluhan Hukum untuk Cegah Luka Psikis Akibat Bullying
Merespons kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) Sidoarjo menggelar kegiatan penyuluhan hukum di SMP YPM 4 Bohar Sidoarjo sebagai langkah preventif dalam mencegah luka psikis akibat bullying.
Kegiatan ini didukung oleh tim pemateri yang terdiri dari Moch. Gufron Fajar Rezki, Natasya Avrilia Anggraini, dan Nur Azizah.
“Tujuan penyuluhan hukum ini untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada siswa bahwa perundungan, baik secara verbal, fisik, maupun sosial, memiliki dampak serius yang dapat memengaruhi perkembangan mental dan pembentukan kepribadian anak,” kata salah satu pemateri.
Melalui pendekatan edukatif dan dialogis, siswa diajak memahami bahwa tindakan bullying tidak hanya melanggar norma sosial, tetapi juga berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.
BACA JUGA : Balas Serangan AS - Israel, Iran Luncurkan Rudal Balistik Sejjil dalam Operasi True Promise 4
Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa UMAHA menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami oleh siswa.
Tidak hanya membahas aspek hukum, kegiatan ini juga menekankan pentingnya nilai empati, sikap saling menghargai, serta keberanian untuk melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying di lingkungan sekolah.
Para siswa terlihat antusias mengikuti diskusi dan berbagi pengalaman, yang menunjukkan bahwa persoalan perundungan masih sangat dekat dengan realitas keseharian mereka.
Respons Pihak Sekolah Terkait Penyuluhan Hukum
Pihak sekolah menyambut baik kolaborasi ini.
“Kegiatan ini sebagai upaya membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan,” kata Pak Totok Dwiono selaku perwakilan dari pihak sekolah pada Rabu (07/01/2026).
BACA JUGA : IPMPPR Malang Desak Investigasi Independen Konflik Dogiyai
Penyuluhan hukum ini dinilai mampu membuka wawasan siswa bahwa candaan berlebihan, ejekan, maupun tindakan pengucilan dapat berkembang menjadi bentuk kekerasan psikologis yang berdampak jangka panjang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UMAHA menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial dalam masyarakat.
Pencegahan bullying tidak cukup hanya melalui penegakan sanksi, melainkan harus diawali dengan edukasi dan pembentukan kesadaran hukum sejak dini.
Ketika sekolah, mahasiswa, dan masyarakat mampu bersinergi secara berkelanjutan, upaya mencegah luka psikis akibat bullying dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Sekaligus menjadi langkah nyata dalam melindungi masa depan anak-anak dari dampak kekerasan yang merusak mental dan martabat mereka.
Penulis : Moch. Gufron Fajar Rezki
Editor : Nurana Prasari
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama
Berita Terkait
Miris! Fasilitas SDN 84/VI Telun Memprihatinkan, Wakil Ketua II DPRD Merangin Desak Pemda Bertindak
Pegiat Anti Korupsi Jadi Direktur Utama Probolinggo Rafting, Warga Mengapresiasi dan Sebut CEO Menyamar
Viral Video Diduga Warga Danau Konsumsi Sabu Saat Video Call, Warga Minta Aparat Bertindak
Konflik Harga TBS Memanas, KPNT Soroti Sikap APKASINDO Merangin yang Dinilai Tak Berpihak ke Petani
Sambut Tradisi Ceng Beng, Pemkot Pangkalpinang Hidupkan Kembali Turnamen Golf di Girimaya
Dana Ketahanan Pangan Rp140 Juta Diduga Disalahgunakan, Program Gagal Panen Picu Kemarahan Warga Muaro Langayo
Petani Minta Pemerintah Berau Dan Perusahaan Membantu Jalan Agar Usaha Tani Direalisasikan
Jaga Ekosistem Pesisir, Wali Kota Pangkalpinang dan Perkumpulan Kiok Bangka Tanam Mangrove
Berita ini 40 kali dibaca
Tag : Breaking News Bullying Hukum Luka psikis Pendidikan Penyuluhan hukum Sidoarjo Trauma trauma psikologis
Berita Terbaru
Pendidikan
Miris! Fasilitas SDN 84/VI Telun Memprihatinkan, Wakil Ketua II DPRD Merangin Desak Pemda Bertindak
Nasional
Pegiat Anti Korupsi Jadi Direktur Utama Probolinggo Rafting, Warga Mengapresiasi dan Sebut CEO Menyamar
Nasional
Viral Video Diduga Warga Danau Konsumsi Sabu Saat Video Call, Warga Minta Aparat Bertindak
Nasional
Konflik Harga TBS Memanas, KPNT Soroti Sikap APKASINDO Merangin yang Dinilai Tak Berpihak ke Petani
Berita Utama
Sambut Tradisi Ceng Beng, Pemkot Pangkalpinang Hidupkan Kembali Turnamen Golf di Girimaya
Nasional
Dana Ketahanan Pangan Rp140 Juta Diduga Disalahgunakan, Program Gagal Panen Picu Kemarahan Warga Muaro Langayo