Menteri Kebudayaan Serukan Pembangunan Ekosistem Cagar Budaya
Lifestyle

Menteri Kebudayaan Serukan Pembangunan Ekosistem Cagar Budaya

JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengingatkan kolaborasi pelestarian pusaka tidak boleh berhenti di seremoni. Dalam pertemuan dengan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dan perwakilan pemda di Kementerian Kebudayaan, Rabu (18/2), Fadli menekankan program budaya harus berujung pada sistem kerja yang permanen—bukan sekadar kalender acara.

“Program tidak boleh berhenti pada event saja. Kita harus membangun ekosistem budaya di setiap sektor, menuju ekonomi budaya ke depan,” kata Fadli.

Ia menyebut pemerintah mendorong percepatan penetapan cagar budaya nasional dan warisan budaya takbenda, termasuk pengusulan ke UNESCO. Fadli juga menyinggung skema extension list (menambah elemen pada warisan yang sudah terdaftar) dan joint nomination (pengajuan bersama lintas negara).

Dari sisi dukungan, Fadli menyebut pendanaan seperti Dana Indonesiana (skema pendanaan kebudayaan) dan DAK Nonfisik (bantuan APBN untuk program, bukan pembangunan fisik) untuk museum, taman budaya, serta cagar budaya di daerah. Ia menilai museum dan taman budaya adalah infrastruktur kunci yang perlu direvitalisasi lewat kerja bareng pusat–provinsi–kabupaten/kota.

Fadli menyebut sejumlah kota yang dinilai punya potensi menguatkan ekosistem budaya, antara lain Yogyakarta, Banda Aceh, Ternate, dan Ambon. Di Ternate, ia menyinggung peluang pengembangan museum bertema tokoh naturalis Alfred Russel Wallace. Sementara di Ambon, pemerintah disebut menyiapkan peringatan 400 tahun ilmuwan Georg Eberhard Rumphius.

Pertemuan ini dihadiri antara lain Wali Kota Yogyakarta sekaligus Ketua Presidium JKPI Hasto Wardoyo, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal, Wali Kota Ternate H. M. Tauhid Soleman, Wakil Wali Kota Palembang Prima Salam, Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, Direktur JKPI Nanang Asfarinal, serta Dewan Pakar JKPI Gaura Macacarita, Dadang Rukmana, dan Taufik Rahzen. Dari Kementerian Kebudayaan hadir Restu Gunawan, Ismunandar, Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri, dan I Made Dharma Suteja.

Fadli berharap kerja sama dengan JKPI dan pemda diperkuat lewat pendampingan teknis dan program berkelanjutan, agar pelestarian pusaka bukan hanya menjaga identitas, tetapi juga mendorong ekonomi berbasis budaya.

You can share this post!