Nasib Gedung Gonggong dan Taman Laman Boenda: Ikon Tanjungpinang Hilang dari Pusat Perhatian
Denyut Publik

Nasib Gedung Gonggong dan Taman Laman Boenda: Ikon Tanjungpinang Hilang dari Pusat Perhatian

TANJUNGPINANG – Gedung Gonggong dan Taman Laman Boenda pernah menjadi daya tarik utama di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Terletak di kawasan Tepi Laut, gedung yang berbentuk kerang raksasa ini bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga menjadi pusat interaksi masyarakat dan simbol kebanggaan kota.

Pembangunan Gedung Gonggong dan Taman Laman Boenda merupakan salah satu prestasi yang dicapai pada masa kepemimpinan H. Lis Darmansyah sebagai Wali Kota Tanjungpinang periode 2013–2018. Pada saat itu, Tanjungpinang mengalami perubahan signifikan dengan penambahan ruang terbuka hijau dan fasilitas publik modern yang berkontribusi terhadap perkembangan sosial dan ekonomi di kawasan Tepi Laut.

Namun, sekarang kondisi tersebut jauh berbeda. Setelah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melaksanakan reklamasi besar-besaran dan membangun Taman Gurindam 12, keberadaan Gedung Gonggong dan Taman Laman Boenda seolah terlupakan. Gedung ikonik itu kini tidak lagi menjadi pusat perhatian dan terkesan terbengkalai.

Ireng Rumono, pengurus GP Ansor Tanjungpinang, mengungkapkan, "Sejak Taman Gurindam 12 dibangun, Gedung Gonggong tertutup. Ditambah lagi setelah Pak Lis tidak menjabat, bangunan ini tidak terawat dan kehilangan fungsinya sebagai ruang publik."

Rumono menganggap kurangnya perhatian terhadap ikon Tanjungpinang dalam lima tahun terakhir mencerminkan adanya kelemahan dalam koordinasi antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Hal ini mengakibatkan kawasan yang sebelumnya dimiliki oleh publik seolah-olah hilang dari tangan masyarakat.

Dia berharap, dengan kembalinya Lis Darmansyah sebagai Wali Kota Tanjungpinang, Gedung Gonggong dapat diaktifkan kembali sebagai ruang publik yang dikelola dengan baik dan bisa dinikmati oleh masyarakat. "Kawasan Tepi Laut harus kembali menjadi milik warga Tanjungpinang, bukan milik pihak manapun," tegasnya.

You can share this post!