Suara News - KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menunjukkan sikap tegas terkait eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.
Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME) DPD PDI-P Jatim Abdul Wahab Yahya menilai serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran merupakan tindakan yang melanggar konstitusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurutnya, tindakan tersebut telah mencederai harga diri Iran sebagai sebuah negara berdaulat.
“Karena ya, mau tidak mau, harga diri Iran sudah diinjak-injak oleh Israel dan AS yang enggak tahu apa-apa langsung nge-bom. Itu kan berarti kan melanggar konstitusi PBB,” kata Abdul Wahab dalam acara Nuzulul Quran, Kamis (5/3/2026).
Acara digelar DPD PDI-P Jatim itu mengundang ratusan anak yatim piatu dan janda yang berlangsung di Kantor DPD PDI-P Jatim, Surabaya.
Pria yang akrab disapa Gus Wahab itu mengatakan, sikap PDI-P sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang menekankan pentingnya menjunjung prinsip perdamaian dan kedaulatan negara.
“Kalau saya kan sesuai dengan instruksi dari Bu Mega, beliau menyesalkan konflik yang tengah terjadi antara Iran dengan AS dan Israel,” katanya.
Melihat konflik yang terjadi, Gus Wahab mengatakan, DPD PDI-P mencari berkah dan mendoakan kedamaian terhadap negara-negara berkonflik tersebut dengan menggelar Nuzulul Quran.
Sementara itu, Ketua DPD PDI-P Jatim Said Abdullah menyampaikan, kegiatan Nuzulul Quran itu bertujuan untuk mendapatkan keberkahan bulan suci Ramadhan.
“Kenapa PDI-P mengundang 500 anak yatim, itu bukan karena PDI-P memberikan berkah, tetapi kami semua ingin mendapatkan berkah dari anak-anak yatim,” katanya.
Menurut Said, doa anak-anak yatim memiliki kekuatan yang besar untuk dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
“Oleh karenanya marilah doakan bersama agar PDI-P Jatim bisa melaksanakan Nuzulul Quran setiap tahun sekali. Insyaallah dalam kesempatan apa pun, kami akan selalu menempatkan ibu-ibu dan anak yatim di tempat terhormat bagi PDI-P,” ujarnya.
Said menambahkan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan ideologi PDI-P sebagai partai “wong cilik” atau masyarakat kecil dengan selalu memberikan tempat, ruang, dan kesempatan bagi rakyat-rakyat kecil.
“Mudah-mudahan ini bukan Ramadhan terakhir bagi kita. Insyaallah kita akan bertemu pada Ramadhan tahun depan dan saling mendoakan panjang umur,” ucapnya.