Pentingnya Literasi Digital untuk Penguatan Layanan Publik di Kota Pontianak
Denyut Publik

Pentingnya Literasi Digital untuk Penguatan Layanan Publik di Kota Pontianak

Pemerintah Kota Pontianak sedang melakukan evaluasi terhadap ekosistem digitalnya dengan mengumpulkan masukan dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan masyarakat umum. Tujuan dari langkah ini adalah untuk memastikan bahwa layanan berbasis data yang disediakan dapat memenuhi kebutuhan warga dengan lebih efektif.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak, Syamsul Akbar, menekankan pentingnya literasi digital, terutama di kalangan generasi muda. Menurutnya, masukan yang diterima tidak hanya akan menjadi dokumentasi, tetapi juga akan digunakan sebagai dasar evaluasi untuk perbaikan layanan publik ke depan. Diskominfo berkomitmen untuk memastikan bahwa masyarakat tidak hanya terhubung secara digital, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak.

Transformasi Peran Diskominfo

Diskominfo mengungkapkan bahwa peran mereka telah bergeser dari sekadar penyedia infrastruktur menjadi pengelola ekosistem digital berbasis data. Fokus utama mereka adalah integrasi data, kualitas informasi, dan akurasi kebijakan untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih responsif dan terukur.

Forum yang diadakan oleh Diskominfo melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan media, untuk berdialog terbuka mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor. Syamsul Akbar memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif peserta yang memberikan perspektif beragam, yang dianggap konstruktif dalam mengidentifikasi celah perbaikan layanan publik berbasis digital.

Peran Diskominfo dalam Ekosistem Digital

Dalam upayanya, Diskominfo berperan sebagai regulator, koordinator, dan fasilitator, serta walidata yang menjamin keterpaduan data antar perangkat daerah. Selain itu, peran mereka juga meliputi sebagai enabler dan orkestrator untuk menyelaraskan seluruh elemen dalam ekosistem digital kota.

Langkah-langkah ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Pontianak 2025–2029 yang menekankan kemajuan berbasis teknologi informasi. Syamsul Akbar menegaskan bahwa transformasi digital tidak dapat berjalan sendiri dan harus didukung oleh tata kelola kolaboratif serta pelayanan publik yang adaptif terhadap perubahan di masyarakat.

Transparansi dan Capaian Diskominfo

Sebagai bentuk transparansi kinerja, Diskominfo memaparkan sejumlah capaian yang telah diraih. Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) pada 2025 menunjukkan indeks 3,73 dengan kategori sangat baik. Selain itu, Diskominfo juga mengelola data center yang menyimpan 167 aplikasi dan situs pemerintah daerah serta menyediakan akses internet di berbagai ruang publik.

Di sektor data, lebih dari 3.000 dataset telah dihimpun dalam portal Satu Data, dengan 2.692 di antaranya merupakan data statistik sektoral pada 2025. Indeks Satu Data Indonesia Kota Pontianak tercatat di angka 71,58 dengan kategori baik.

You can share this post!