YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Masjid Jogokariyan menjadi contoh fenomenal dalam pengelolaan masjid di Indonesia. Menurut Aris Madani, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta, masjid ini memiliki komitmen untuk melayani umat selama 24 jam tanpa henti.
“Masjid tidak pernah tidur. Ini yang saya kira fenomenal,” ujar Aris dalam acara Ruang Publik TvMu: Inspirasi Dari Jogokariyan, pada Sabtu (28/12).
Aris menjelaskan bahwa keberadaan Masjid Jogokariyan telah mendorong banyak masjid Muhammadiyah lainnya untuk belajar dalam hal pengelolaan. “Masjid ini inklusif, sangat terbuka, dan memberikan kesempatan bagi orang lain untuk bersilaturahmi. Respons masyarakat terhadap kegiatan yang diadakan luar biasa,” tambahnya.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Pasar Ramadan, yang diadakan setiap tahun di sepanjang area masjid. “Dari Barat ke Timur itu full dengan pedagang kaki lima,” ungkap Aris. Para pedagang tersebut tidak hanya mendapatkan tempat, tetapi juga dukungan dari masjid dan masyarakat setempat agar dapat berusaha secara mandiri.
Selain itu, masjid juga menyelenggarakan iftar atau buka puasa bersama, yang dihadiri oleh sekitar 3.000 jamaah, termasuk di antaranya non-muslim dan orang asing. “Ini menunjukkan bahwa masjid bisa menjadi tempat yang ramah bagi semua kalangan,” kata Aris.
Aris juga mengingat sosok Muhammad Jazir, yang telah wafat pada Senin (22/12) di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Menurutnya, banyak inspirasi dari Jazir yang bisa dijadikan pelajaran bagi pengelolaan masjid lainnya. “Dikelola dengan manajemen modern, yang berdampak pada pelaksanaan di lapangan. Terprogram dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya,” jelasnya.
Pentingnya keterlibatan generasi muda juga menjadi fokus utama Masjid Jogokariyan. Aris menyatakan bahwa pengelolaan masjid melibatkan anak-anak muda, sehingga mereka memiliki ruang untuk berkontribusi. “Masjid harus menjadi tempat ibadah yang menggembirakan. Gembira, senang berada di masjid,” tambahnya.
Lebih jauh, Aris menegaskan bahwa masjid berupaya untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah. “Kalau ada jamaah yang kehilangan sandal, handphone, bahkan motor, akan diganti oleh takmir masjid tersebut,” tutupnya.