Suara News - PT Pertamina Tbk mengonfirmasi bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia aman untuk 21 hari ke depan, merespons isu yang berkembang di masyarakat. Pernyataan ini disampaikan setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan hal serupa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Isu mengenai stok BBM yang tersisa selama 21 hari mencuat dan menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat. Untuk menjelaskan situasi ini, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, memberikan keterangan resmi pada Jumat (6/3/2026).
Roberth menekankan bahwa stok 21 hari tersebut adalah pasokan operasional yang dikelola dalam sistem logistik energi nasional. Stok ini sudah memenuhi kapasitas penimbunan secara nasional dan siap disalurkan kepada masyarakat. Ia menambahkan bahwa pasokan akan terus dipenuhi sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi masyarakat, melalui proses pengisian kembali dari kilang domestik dan impor yang telah direncanakan sebelumnya.
Sementara itu, Manajer Communication and CSR Pertamina Patra Niaga Area Kalimantan, Edy Mangun, menjelaskan bahwa istilah stok 21 hari tidak berarti BBM akan habis dalam waktu tersebut. Istilah ini merujuk pada standar keamanan energi nasional yang menuntut ketersediaan stok untuk minimal 20 hari ke depan. Edy menekankan bahwa angka tersebut bersifat dinamis dan distribusi BBM akan terus berlangsung untuk menjaga ketahanan stok.
Edy mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam aksi panic buying, mengingat pasokan BBM akan terus tersedia melalui distribusi yang berjalan tanpa henti.