Tulang Bawang Barat, Sabtu 07 Februari 2026 - Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) Polres Tulang Bawang Barat, Polda Lampung, melaksanakan kegiatan bakti sosial pembersihan sampah plastik di lingkungan Tempat Wisata Islamic Center yang terletak di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 06 Februari 2026, sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga kebersihan lingkungan yang menjadi pusat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Kapolres Tulang Bawang Barat, AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Intelkam, AKP Ferry Yuliansyah, S.Sos., M.M., memimpin langsung aksi pembersihan ini. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan implementasi dari arahan Presiden untuk mendorong Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Bersih, dan Indah. Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan tanggung jawab negara dalam menciptakan lingkungan hidup yang layak bagi masyarakat.
“Lingkungan Tempat Wisata Islamic Center adalah ruang publik yang strategis. Negara tidak boleh absen ketika lingkungan publik menghadapi masalah sampah. Kehadiran kami di sini merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus keteladanan,” tegas AKP Ferry Yuliansyah. Ia juga menambahkan bahwa kebersihan lingkungan berkaitan erat dengan ketertiban sosial, kesehatan masyarakat, dan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, Polri tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran sosial. “Lingkungan yang bersih mencerminkan tata kelola yang baik. Ketika ruang publik terawat, rasa aman, nyaman, dan tertib akan tumbuh di masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Ferry Yuliansyah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku aktivitas di Islamic Center, dan pengunjung untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan menghentikan kebiasaan membuang sampah plastik sembarangan. Ia menekankan bahwa bakti sosial ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran jangka panjang, terutama di kalangan generasi muda dan mahasiswa, agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi budaya bersama.
“Negara bisa memulai, tetapi keberlanjutan hanya akan tercapai jika masyarakat ikut bergerak. Perubahan besar selalu berawal dari kepatuhan terhadap hal-hal kecil,” pungkasnya.