Presiden Lai Dorong Kerja Sama Taiwan-AS untuk Keamanan Regional dan Stabilitas Rantai Pasokan
Internasional

Presiden Lai Dorong Kerja Sama Taiwan-AS untuk Keamanan Regional dan Stabilitas Rantai Pasokan

Suara News - Presiden Lai Ching-te bertemu dengan rombongan media dari Global Taiwan Institute (GTI) kemarin (31/3), Beliau mengapresiasi anggota delegasi atas upaya mereka mempromosikan pemahaman dunia tentang demokrasi Taiwan dan dukungannya. Presiden Lai Ching-te mengatakan, tahun ini menandai peringatan 30 tahun pemilihan presiden langsung, memeringati berdirinya Amerika Serikat 250 tahun berjalan. Meskipun panjang sejarah demokrasi keduanya berbeda, akan tetapi konsisten dalam menngupayakan demokrasi, Taiwan akan memenuhi tanggung jawabnya untuk menjaga keamanan regional dan bersedia bekerja sama dengan AS dan mitra-mitra demokratis dalam menjaga stabilitas regional, keamanan rantai pasokan dan kemakmuran dunia.

Istana Kepresidenan pada hari Rabu ini (1/4) mengeluarkan pers rilis dan menyampaikan, Presiden Lai Ching-te kemarin (31/3) bertemu dengan rombongan media GTI. Dalam sambutannya Presiden Lai menyampaikan, dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok berniat mengubah status quo di Selat Taiwan melalui intimidasi militer, operasi zona abu-abu, dan ancaman ekonomi. Beliau mengucapkan terima kasih kepada anggota delegasi atas upaya mereka dalam mempromosikan pemahaman dan dukungan internasional untuk Taiwan yang demokratis, melalui laporan media internasional untuk meningkatkan kesadaran internasional tentang perdamaian dan stabilitas regional, sehingga memperoleh lebih banyak dukungan internasional untuk Taiwan.

Presiden Lai menekankan, “perdamaian tidak ternilai, tidak ada pemenang dalam peperangan”, mengharapkan perdamaian perlu berpandangan rasional, bukan ilusi, oleh karena itu, Taiwan tengah aktif memperkuat kemampuan pertahanan diri, mempromosikan reformasi pertahanan dan meningkatkan ketahanan sosial secara menyeluruh. Secara bersamaan, pemerintah juga mengusung promosi reformasi pertahanan, dengan rencana anggaran pertahanan khusus senilai US$ 40 milyar untuk 8 tahun, bertujuan memperkuat pengadaan peralatan, membangun “Taiwan Dome”, meningkatjan industri pertahanan dan kemampuan tempur, yang menunjukkan tekad untuk menjaga keamanan nasional dan melindungi kebebasan dan demokrasi.

Presiden Lai mengemukakan, tahun 2010 angka investasi Taiwan di Tiongkok berpotensi mencapai 83,8%, tetapi angka ini turun menjadi hampir 3,7% tahun lalu. AS kini telah menjadi tujuan investasi luar negeri terbesar bagi Taiwan, juga menjadi pasar ekspor terbesar bagi Taiwan, berharap agar Taiwan-AS memperdalam hubungan ekonomi dan perdagangan, juga melakukan pertukaran kerja sama dalam inovasi teknologi dan pengembangan industri, sehingga memberikan kontribusi yang lebih besar bagi dunia. Presiden Lai mengatakan, “Tahun ini menandai peringatan 30 tahun pemilihan presiden langsung Taiwan dan peringatan 250 tahun berdirinya AS. Meskipun panjang-pendek perjalanan demokrasi berbeda, namun apa yang diupayakan adalah sama yakni kebebasan. Taiwan akan memenuhi tanggung jawabnya untuk menjaga keamanan regional dan bersedia bekerja sama dengan AS dan mitra-mitra demokratis lainnya untuk menjaga stabilitas regional, keamanan rantai pasokan, dan kemakmuran global."

Konsultan GTI dan Peneliti Hoover Institution AS , Lanhee Chen (陳仁宜)mengatakan, ia sering mengingat masa kecilnya, sejak pertama kali kembali ke Taiwan, dalam 40 tahun melihat banyak perubahan terjadi di Taiwan, yang paling mengesankan adalah hubungan Taiwan-AS tetap kokoh”.

Lanhee Chen mengatakan, sebagian besar anggota delegasi ini adalah kedatangan kali pertama di Taiwan, secara langsung merasakan kehidupan dan budaya Taiwan, serta berinteraksi dengan penduduk setempat, bertujuan untuk mendalami pemahaman tentang Taiwan saat ini. Lanhee Chen mengatakan, kunjungan ini dilakukan pada momen krusial hubungan Taiwan-AS, berharap sekembalinya anggota delegasi ke AS, mereka tetap mengingat dan memerhatikan Taiwan saat ini yang tengah menghadapi tantangan besar dan ancaman musuh yang kuat.

You can share this post!