Puan Maharani Dorong Pemerintah Fokus pada Isu-Isu Strategis Nasional
Nasional

Puan Maharani Dorong Pemerintah Fokus pada Isu-Isu Strategis Nasional

Suara News - JAKARTA, NusaBali - Anggota DPR RI telah usai menjalani masa reses di daerah pemilihan masing-masing. Kini, mereka kembali bertugas di Senayan, Jakarta lagi.

Pembukaan ditandai dengan Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, Selasa (10/3). Dalam pidatonya, Puan menegaskan, agar pemerintah memperhatikan isu-isu strategis.

"Fungsi pengawasan DPR RI akan diarahkan untuk meningkatkan kinerja pemerintah, menjalankan undang-undang dan pembangunan nasional. Berbagai isu strategis yang menjadi perhatian masyarakat dan penting, perlu menjadi perhatian pemerintah untuk menyelesaikannya," ujar Puan.

Puan menyebut isu-isu strategis yang perlu menjadi perhatian pemerintah antara lain, perlindungan data masyarakat dalam perjanjian transfer data RI dan Amerika Serikat, evaluasi kinerja aparat penegak hukum, pasokan distribusi dan stabilitas harga pangan menjelang Idul Fitri, kesiapan transportasi lebaran terkait dengan ketersediaan bahan bakar, keterjangkauan moda transportasi dan infrastruktur.

Kemudian penyelenggaraan Koperasi Merah Putih, mitigasi penyelenggaraan umroh akibat situasi geopolitik di Timur Tengah, evaluasi program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), rehabilitasi dan rekonstruksi daerah pasca bencana, akses bantuan hukum bagi masyarakat miskin, penguatan pengamanan perbatasan guna mencegah kejahatan trans nasional dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). "Keseriusan pemerintah dalam menindak lanjuti rekomendasi DPR RI atas berbagai permasalahan tersebut, merupakan bentuk akuntabilitas kontitusional dalam hubungan kelembagaan antara legislatif dan eksekutif," kata Puan.

Dalam kesempatan itu, perempuan dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) ini juga mengingatkan agar pemerintah menjalankan politik luar negeri bebas aktif dalam menyikapi konflik Amerika Serikat, Israel dan Iran."DPR RI juga menegaskan, bahwa pemerintah RI harus terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif dalam menjaga kepentingan nasional secara bijaksana, konsisten dan konstruktif dalam respon dinamika geopolitik yang berkembang," papar Puan.

Atas nama pimpinan dan anggota DPR, Puan menyampaikan pula, duka cita yang mendalam atas wafatnya pimpinan Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran pada tanggal 28 Februari 2026. "Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial menyampaikan simpati yang mendalam kepada seluruh rakyat Iran yang tengah menghadapi masa sulit ini. DPR RI mendukung setiap upaya dan inisiatif diplomasi baik yang dilakukan secara bilateral, regional maupun multilateral untuk mendorong seluruh pihak untuk menahan diri dan menghindari eskalasi konflik yang lebih luas, mengedepankan penghormatan terhadap kedaulatan negara serta menyelesaikan sengketa secara damai," kata Puan. *k22

You can share this post!