Suara News - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menggelar rapat khusus untuk menanggapi protes warga mengenai kebisingan yang ditimbulkan oleh aktivitas padel. Rapat ini bertujuan mencari solusi atas keluhan masyarakat yang merasa terganggu oleh suara bising yang muncul dari lapangan padel di beberapa lokasi, termasuk Haji Nawi dan Pulomas.
Protes warga terkait kebisingan suara padel mulai muncul ketika aktivitas di lapangan tersebut berlangsung dari pagi hingga malam. Salah satu warga, Naufal, menyatakan telah melaporkan masalah ini berkali-kali melalui aplikasi JAKI. Ia mengungkapkan bahwa meskipun telah beberapa kali bertemu dengan pihak pengelola, hasil mediasi tidak membuahkan hasil yang memuaskan.
Keresahan juga dirasakan oleh warga di Pulomas, Jakarta Timur, yang merasa tidak pernah dimintai persetujuan terkait pembangunan lapangan padel yang dibuka pada November 2024. Warga mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait izin mendirikan bangunan setelah mendapati bukti bahwa izin untuk lapangan padel dikeluarkan setelah operasional dimulai. Warga melaporkan bahwa kebisingan dari lapangan tersebut mengganggu kenyamanan mereka, terutama saat ada turnamen yang menyebabkan lalu lintas meningkat dan suara bising bertambah.
Dalam rapat tersebut, Pramono mengakui menerima banyak laporan terkait gangguan dari aktivitas padel, termasuk dari kawasan Cilandak. Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan kenyamanan warga sekitar dalam pengelolaan tempat olahraga. Gubernur juga mengonfirmasi bahwa rapat khusus akan membahas aspek perizinan dan dampak lingkungan, dengan harapan dapat menemukan langkah yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan ini.