Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah merencanakan pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) di Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong. Proyek ini ditujukan untuk menyediakan sekitar 1.000 hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah tersebut. Lahan yang dipilih untuk pembangunan ini saat ini merupakan sebuah lapangan sepak bola yang lebih sering digunakan sebagai area parkir.
Meskipun rencana ini bertujuan untuk membantu masyarakat, banyak warga yang menyampaikan keraguan dan pertanyaan mengenai siapa yang akan menempati hunian tersebut. Kinkin, seorang warga berusia 50 tahun, mengungkapkan keprihatinannya, "Di sini juga ada rumah susun, tapi yang mengisinya kebanyakan pendatang. Memang ada beberapa warga yang tinggal di rusun, tetapi jumlahnya tidak banyak." Ia menekankan pentingnya agar proyek ini memprioritaskan kebutuhan warga setempat.
Aktivitas di lahan calon lokasi proyek rusunami ini cukup ramai, terutama pada sore hari ketika anak-anak bermain sepak bola. Kinkin, yang telah menetap di kawasan itu sejak 1973, mengenang bahwa lahan tersebut dulunya merupakan kebun yang tidak terurus sebelum dijadikan lapangan. Ia berharap perencanaan pembangunan dilakukan dengan matang agar tidak menimbulkan konflik di masyarakat.
Warga lain, Iki, yang berusia 42 tahun, juga menyampaikan pandangannya. Ia menolak pembangunan rusunami tersebut dengan alasan bahwa hal itu akan menghilangkan ruang bermain anak-anak. "Tidak setuju, karena nanti tidak ada lapangan lagi buat anak-anak bermain, ini lapangan sudah lama banget," ujarnya. Iki menambahkan bahwa mayoritas warga setempat sudah memiliki rumah sendiri, sehingga kebutuhan akan rusunami dirasa tidak mendesak. Ia khawatir hunian vertikal tersebut akan lebih banyak dihuni oleh pendatang daripada warga lokal.
Dengan adanya rencana pembangunan ini, warga berharap agar Pemkot Bandung dapat mempertimbangkan masukan dari masyarakat setempat untuk memastikan proyek ini memberikan manfaat yang maksimal tanpa mengabaikan kebutuhan dan aktivitas komunitas di wilayah tersebut.