Suara News - Militer Pakistan meluncurkan serangan udara ke wilayah Afghanistan yang mengakibatkan tewasnya 18 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak. Serangan ini terjadi pada Minggu (22/2/2026) dan dilaporkan oleh pihak Taliban.
Serangan udara dilakukan sebagai balasan terhadap rangkaian aksi bom bunuh diri yang terjadi di Pakistan baru-baru ini. Islamabad mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menargetkan tujuh lokasi yang diduga sebagai basis militan di dekat perbatasan.
Pemerintah Afghanistan mengecam serangan yang dinilai mengenai rumah-rumah warga sipil dan sebuah sekolah agama. Kementerian Pertahanan Afghanistan menyebutkan bahwa serangan tersebut menyasar area sipil di Provinsi Nangarhar dan Paktika. Seorang saksi mata di desa Girdi Kas, Nangarhar, mengungkapkan bahwa dari 23 anggota keluarganya, hanya lima yang selamat dari serangan tersebut.
Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan menyebut operasi ini sebagai “penargetan selektif berbasis intelijen” terhadap kelompok teroris, termasuk Tehreek-i-Taliban Pakistan (TTP) dan Islamic State-Khorasan Province (ISKP). Pakistan menuduh Taliban melindungi kelompok militan dan mengklaim memiliki bukti bahwa serangan di wilayahnya dilakukan atas instruksi pimpinan militan di Afghanistan.
Menanggapi serangan tersebut, Taliban menyatakan tindakan Pakistan sebagai pelanggaran terhadap integritas teritorial Afghanistan. Mereka berjanji akan memberikan respons yang tepat pada waktu yang sesuai. Serangan udara ini terjadi setelah Arab Saudi memediasi pembebasan tiga tentara Pakistan yang ditawan di Kabul, dan meskipun ada kesepakatan gencatan senjata pada bulan Oktober, ketegangan di perbatasan tetap tinggi.