Shinta Nuriyah Ajak Jaga Kebhinekaan Melalui Buka Puasa Lintas Agama di Sidoarjo
Sumber Foto: VIVA Jatim
Sosial

Shinta Nuriyah Ajak Jaga Kebhinekaan Melalui Buka Puasa Lintas Agama di Sidoarjo

Suara News - Share :

Sidoarjo, VIVA Jatim – Istri Presiden Republik Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, menghadiri buka puasa bersama yang digelar di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Sidoarjo, Jumat 27 Februari 2026.

Baca Juga

Refleksi Waisak PKB, Gus Halim: Indonesia Butuh Lebih Banyak Cinta Kasih dan Persaudaraan

Kegiatan bertajuk " Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi" ini diikuti oleh lintas agama dan dihadiri oleh ratusan warga, tokoh masyarakat, komunitas ojek online, dan kaum marginal.

Meski diguyur hujan deras, antusiasme peserta tinggi hingga memadati ruang gereja dan halaman. Shinta Nuriyah menekankan pentingnya merawat kebhinekaan dan saling menghormati di tengah keragaman Indonesia.

Baca Juga

Berkah di Penghujung Ramadan, DPL Beri Ribuan Bingkisan Lebaran ke Warga

"Di Indonesia ini ada beraneka ragam suku dan budaya. Kita diwajibkan saling hormat-menghormati. Semua perbedaan itu justru memperkuat persatuan bangsa," jelasnya.

Shinta juga mengingatkan bahwa setiap warga berhak meraih posisi apa pun, termasuk kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), selama tidak digunakan untuk memecah belah bangsa.

Baca Juga

Ponpes Wali Barokah Bagikan Ratusan Paket Sembako dan Takjil kepada Warga Kota Kediri

Ia menuturkan, tradisi sahur dan buka puasa bersama kaum dhuafa dan marjinal telah ia lakukan sejak mendampingi Gus Dur sebagai presiden ke-4. Kegiatan itu dijalankan lebih dari dua dekade dengan cara membaur langsung bersama tukang becak, buruh pasar, hingga anak jalanan.

"Sejak di Istana dulu, saya sudah terbiasa sahur bersama kaum marginal, di terminal, di kolong jembatan, atau di pasar. Tujuannya membangun solidaritas kemanusiaan dan memaknai puasa bukan sekadar menahan lapar, tapi menahan hawa nafsu," terangnya.

Shinta Nuriyah juga menekankan pentingnya memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi tantangan dan bencana yang dihadapi oleh Indonesia.

"Puasa harus berdampak pada perubahan perilaku menuju ketakwaan yang berkelanjutan, bukan sekadar ritual tahunan. Seperti padA Surat Al-Baqarah ayat 183 tentang tujuan puasa agar manusia menjadi pribadi bertakwa," imbuhnya.

Shinta Nuriyah berharap kegiatan ini dapat memperkuat solidaritas kemanusiaan dan mempromosikan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Sementara itu, Koordinator Gusdurian Sidoarjo, Febrian Aryani, mengatakan kegiatan buka puasa lintas iman bersama Shinta Nuriyah memang rutin digelar setiap tahun di berbagai daerah di Jawa Timur. Tahun ini, Sidoarjo mendapat kesempatan menjadi tuan rumah.

Halaman Selanjutnya

"Tidak semua daerah mendapat slot kegiatan bersama Ibu Shinta. Tahun ini Sidoarjo dipercaya menjadi tuan rumah. Antusias masyarakat lintas iman luar biasa, bahkan melebihi kapasitas gedung yang sekitar 800 orang," kata dia.

Share :

<

1

2 >