Megawati dan Prabowo Bahas Isu Geopolitik dan Stabilitas APBN
Sumber Foto: gesuri.id
Nasional

Megawati dan Prabowo Bahas Isu Geopolitik dan Stabilitas APBN

Suara News - Pertemuan berlangsung hampir dua jam dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Negara pada hari ke-29 Ramadan 1447 Hijriah, Kamis (19/3/2026). (carapandang.com)

Jakarta, Gesuri.id - Politikus Deddy Sitorus mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Negara pada hari ke-29 Ramadan 1447 Hijriah, Kamis (19/3/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung hampir dua jam dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Menurut Deddy, pertemuan itu merupakan silaturahmi antara dua tokoh yang telah lama saling mengenal. Megawati hadir mengenakan batik biru yang disebut melambangkan profesionalisme dan stabilitas.

Dalam pertemuan tersebut, Megawati dan Prabowo membahas berbagai isu strategis, terutama terkait dinamika geopolitik global. Megawati disebut menyampaikan pandangannya berdasarkan pengalaman historis Indonesia, termasuk peran Soekarno dalam Konferensi Asia Afrika 1955 serta pembentukan Gerakan Non-Blok tahun 1961.

Deddy menambahkan, Megawati juga memiliki kedekatan personal dengan sejarah tersebut karena pernah hadir sebagai delegasi termuda dalam pertemuan Gerakan Non-Blok di Beograd pada usia 14 tahun. Hal itu menjadi dasar pengalaman langsung dalam memberikan pandangan terkait politik luar negeri Indonesia saat ini.

Selain isu global, Megawati juga menyoroti kondisi dalam negeri yang dinilai sedang menghadapi tantangan, baik dari sisi ekonomi maupun stabilitas sosial. Ia mengingatkan pentingnya menjaga disiplin fiskal, terutama agar defisit anggaran tidak melampaui batas yang ditetapkan.

Mengacu pada Undang-Undang Keuangan Negara Indonesia, Megawati memberikan masukan agar pemerintah memprioritaskan kebijakan yang benar-benar mendesak demi menjaga stabilitas APBN.

Deddy menyebut, Megawati juga berbagi pengalaman saat memimpin Indonesia pada periode 2001–2004 dalam menghadapi krisis multidimensi. Pengalaman tersebut dinilai relevan untuk menghadapi situasi saat ini.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan memiliki prinsip ideologis untuk membantu pemerintah ketika negara dalam kondisi sulit, dengan mengedepankan gotong royong dan persatuan lintas kekuatan politik.

Di akhir pertemuan, Megawati turut menceritakan hasil kunjungannya ke Uni Emirat Arab dan Arab Saudi pada Februari 2026. Ia menilai Indonesia masih memiliki posisi yang baik di mata negara-negara Timur Tengah.

Pertemuan ini, menurut Deddy, menunjukkan pentingnya dialog dan musyawarah antar-elite politik dalam menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika global dan domestik yang terus berkembang.

Effatha Gloria V.G. Tamburian

Author

PROFILE

Share:

PDI Perjuangan

PDIP

Megawati

Prabowo Subianto

perang iran

APBN

Prabowo

Perang Iran-Israel

geopolitik global

Berita Terkait

Komaruddin Watubun: Kritik PDI Perjuangan Terhadap Pemerintah Bukan Serangan Pribadi, Tapi Tanggung Jawab Politik dan Moral

Aria Bima Tegaskan PDI Perjuangan Tidak Antipati Terhadap Pemerintahan Presiden Prabowo

Di Hadapan Prabowo, Puan Tegaskan DPR Dukung Semua Program Pemerintah Selama Untuk Kesejahteraan Rakyat

Deddy Sitorus Ingatkan Lingkaran Presiden Prabowo Jangan Buat Pernyataan yang Mengganggu Kinerja Ekonomi

Puan Maharani: Pertemuan Susulan dengan Presiden Prabowo, Insyaallah Secepatnya