Strategi Pemkab Lombok Barat Tingkatkan Ekonomi Keluarga di Bulan Ramadan
Denyut Publik

Strategi Pemkab Lombok Barat Tingkatkan Ekonomi Keluarga di Bulan Ramadan

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat meluncurkan program inovatif bernama Hasanah Ramadan dengan tema "Ngantih Bebuke". Program ini dirancang sebagai upaya untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini mengandalkan kegiatan car free night. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pendorong baru bagi perputaran ekonomi di tengah masyarakat, terutama saat bulan suci Ramadan.

Kepentingan Ekonomi dan Sosial

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menegaskan bahwa "Ngantih Bebuke" bukan hanya sekadar seremonial Ramadan, melainkan merupakan langkah konkret untuk menjaga denyut ekonomi masyarakat kecil. "Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyemarakkan Ramadan dan sebagai pengganti car free night, agar UMKM tetap aktif dan berjualan," ujarnya.

Peningkatan Aktivitas Ekonomi

Program ini juga berfungsi sebagai wadah interaksi ekonomi dan sosial yang penting, sekaligus bertujuan untuk menghidupkan kembali kawasan yang sebelumnya kurang aktif. Menurut Bupati Zaini, Hasanah Ramadan diharapkan dapat menciptakan interaksi jual beli yang bermanfaat bagi keberlangsungan usaha UMKM dan revitalisasi kawasan kota.

Kontribusi Ekonomi yang Signifikan

Dari survei yang dilakukan oleh pemerintah daerah, kegiatan car free night sebelumnya berhasil menggerakkan ekonomi hingga Rp180 juta per pekan. "Kami berharap, ke depan, setiap hari ada ekonomi yang bergerak di sini," tambah Zaini, menekankan pentingnya keberlanjutan program ini untuk pertumbuhan ekonomi lokal.

Revitalisasi Kawasan Pusat Kota

Program Ngantih Bebuke juga berkontribusi pada upaya revitalisasi kawasan pusat kota, termasuk persiapan pemanfaatan alun-alun dan taman kota yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian. Kawasan ini direncanakan menjadi pusat aktivitas publik dan ekonomi baru di Gerung. "Peserta kegiatan ini nantinya akan diarahkan ke alun-alun. Target kami, alun-alun dan taman kota rampung sebelum HUT Lombok Barat pada 17 April," jelas Zaini.

Harapan untuk Masa Depan

Bupati Lombok Barat berharap momentum ulang tahun daerah dapat diisi dengan berbagai agenda besar yang mampu menarik kunjungan masyarakat dan menghidupkan kembali aktivitas di Kota Gerung. "Kita ingin Gerung tidak lagi disebut kota mati. UMKM harus terus bergerak karena itu ciri khas Lombok Barat dan tidak boleh terputus," tutupnya.

You can share this post!