Suara News - Di antara aktivitas PT Integra Mining Nusantara Indonesia di Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, suara masyarakat Desa Mayayap mengemuka pada Senin (23/2/2026). Sejak pukul 09.34 hingga 11.39 WITA, warga menyuarakan keresahan mereka terkait dampak penambangan yang telah berlangsung sejak 2020.
Warga yang terdiri dari petani mengungkapkan rasa kehilangan terkait lahan pertanian yang beralih fungsi serta menurunnya penghidupan mereka. Sebelumnya, mereka menggantungkan hidup pada hamparan sawah yang kini tak lagi memberikan hasil seperti dulu.
Masyarakat menegaskan bahwa masalah yang mereka hadapi bukan hanya soal tata ruang, tetapi juga menyangkut ketahanan pangan dan pendapatan harian yang semakin sulit. Mereka menuntut realisasi kompensasi yang dianggap sebagai tanggung jawab minimal dari pihak perusahaan atas kerugian yang dialami selama bertahun-tahun. Selain itu, warga meminta adanya dialog terbuka yang tidak berjalan sepihak.
Di antara aksi yang tertib dengan pengawalan aparat keamanan, Gita Djibran, kader Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Cabang Luwuk dan tokoh perempuan Desa Mayayap, menyampaikan pentingnya transparansi dan keadilan dalam penyelesaian masalah. Hingga berita ini diturunkan, PT Integra Mining Nusantara Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan tersebut. Masyarakat tetap bertekad memperjuangkan hak mereka hingga ada kejelasan dan penyelesaian yang adil.