Public speaking merupakan keterampilan yang sangat penting, terutama dalam konteks akademis dan profesional. Dalam sebuah forum yang diadakan oleh Forum Mahasiswa Islam (Formis) di Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (UNP) melalui platform Zoom Meeting, Alfarizi, seorang pembicara, mengungkapkan tiga komponen utama yang perlu dikuasai dalam public speaking. Acara tersebut berlangsung pada Minggu, 12 September.
Komponen pertama yang harus dikuasai adalah pemahaman mendalam terhadap isi materi. Alfarizi mengingatkan pentingnya membuat kisi-kisi atau poin-poin yang terstruktur sebelum menyampaikan materi. "Cara mudahnya, kita perlu menyusun poin-poin secara sistematis, baik dari yang bersifat umum ke khusus, maupun sebaliknya. Selanjutnya, buatlah kata kunci yang menekankan hal-hal penting yang harus disampaikan, dan jangan lupa untuk mengulangi serta memahami materi tersebut," jelasnya.
Komponen kedua yang menjadi kunci keberhasilan dalam public speaking adalah kemampuan untuk menjaga perhatian pendengar. Alfarizi menekankan, "Ketika audiens mengerti dan tidak merasa jenuh saat mendengarkan presentasi kita, itu merupakan tanda bahwa kita berhasil dalam menyampaikan informasi." Dengan demikian, penyampaian yang menarik dan mudah dipahami sangat diperlukan untuk menjaga keterlibatan audiens.
Komponen terakhir yang tidak kalah penting adalah ekspresi wajah dan gestur tubuh. Alfarizi menegaskan bahwa kedua elemen ini berperan besar dalam menyampaikan pesan secara efektif. Raut wajah yang ramah dan gestur tubuh yang mendukung dapat membantu menciptakan koneksi yang lebih baik antara pembicara dan pendengar, sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diterima.
Dengan menguasai ketiga komponen ini, diharapkan individu dapat meningkatkan keterampilan public speaking mereka, yang berguna dalam berbagai situasi, baik di lingkungan akademis maupun profesional.