Kota Ho Chi Minh, yang telah berdiri selama lebih dari 50 tahun dengan nama Paman Ho, kini semakin menunjukkan dedikasinya untuk meningkatkan kualitas hidup warganya melalui akses layanan publik yang lebih baik. Salah satu contoh nyata dari upaya ini terlihat pada pelayanan administrasi yang kini dapat diakses secara daring.
Di tengah kesibukan di gang 109 Phan Chu Trinh, Ibu Dao Thi Lan Phuong, Kepala Lingkungan 11, terlihat membantu Ibu Tran Hong Hanh, seorang warga yang baru saja melahirkan, dalam mengajukan permohonan salinan ijazah perguruan tinggi secara online. Ibu Hanh mengungkapkan kesulitan dalam mengisi informasi yang diperlukan, dan Ibu Phuong dengan sabar membimbingnya melalui prosedur yang tidak rumit tersebut.
Kegiatan ini bukanlah hal baru bagi Ibu Phuong. Selama beberapa waktu, ia telah membantu banyak warga dalam menyelesaikan berbagai prosedur administrasi, terutama di era digital ini. Tren masyarakat yang semakin memilih akses layanan publik dari rumah semakin berkembang, baik di kawasan pusat kota maupun di pinggiran seperti Thai My, Tan Nhut, dan Cu Chi.
Setiap Sabtu pagi, "Pusat Layanan Publik Online" di kantor dusun Binh Ha Dong, komune Thai My, menjadi tempat ramai bagi warga yang ingin menyelesaikan prosedur administrasi. Petugas di pusat tersebut, bersama dengan tim teknologi digital, secara langsung membimbing masyarakat dalam mengurus pendaftaran kelahiran, pernikahan, dan berbagai layanan sosial lainnya.
Kecepatan dan efisiensi dalam pelayanan juga terlihat di lingkungan Phu Nhuan, di mana petugas catatan sipil segera memproses akta kematian untuk seorang warga yang telah meninggal dunia, menyelamatkan keluarga dari kerumitan prosedur tradisional dalam situasi yang sulit.
Data dari Pusat Pelayanan Administrasi Publik Komune Tan Nhut menunjukkan bahwa selama kuartal pertama tahun 2026, lebih dari 6.250 permohonan administrasi diterima, dengan lebih dari 99% di antaranya diselesaikan secara daring. Untuk mendukung akses bagi para lansia, model "Pusat Bimbingan untuk Layanan Publik Daring" telah diterapkan, di mana pelatihan dilakukan untuk petugas agar dapat membantu masyarakat dalam menggunakan teknologi.
Ibu Phuong, yang sebelumnya hanya membantu dalam pengajuan dokumen secara langsung, kini telah mengikuti pelatihan tentang teknologi digital. Ia mengaku penting untuk terus belajar agar bisa membimbing warga dengan baik dalam menggunakan portal layanan publik.
Inisiatif lain yang menarik adalah program "Literasi Digital untuk Masyarakat" yang diterapkan oleh pemuda Kelurahan Binh Thanh. Mereka aktif membantu warga, terutama para lansia, untuk memahami dan menggunakan teknologi. Salah satu warga, Ibu Tran Khanh Hoang Lan, mengungkapkan rasa syukurnya karena kini ia merasa lebih percaya diri dalam menggunakan aplikasi perbankan setelah mendapatkan bimbingan.
Kota Ho Chi Minh tidak hanya berfokus pada angka dan proyek besar, tetapi juga pada dedikasi masyarakat yang berkomitmen untuk melayani. Dalam upaya menjadi metropolis global dan kota pintar, pemerintah kota menerapkan berbagai inisiatif digitalisasi, termasuk pengelolaan lahan yang modern dan transparan.
Dengan kampanye "90 hari 90 malam" untuk membersihkan data lahan dan beralih ke sistem digital, kota ini berupaya memastikan bahwa warganya dapat memenuhi kewajiban administrasi secara elektronik. Filosofi "Kota untuk rakyatnya" menjadi pedoman dalam setiap keputusan dan tindakan, menggambarkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup warganya.