Lanud Hang Nadim, yang dahulu dikenal sebagai pos militer kecil dengan jumlah personel terbatas, kini mengalami transformasi signifikan menjadi garda terdepan di wilayah perbatasan. Selain berfungsi sebagai basis pertahanan, Lanud Hang Nadim juga berupaya untuk menjalin kedekatan dengan masyarakat, menjadikannya sebagai ruang publik yang terbuka.
Di bawah kepemimpinan Kolonel Hendro Sukamdani, wajah TNI Angkatan Udara di Batam tidak lagi terbatas pada aspek pertahanan. Ia berkomitmen untuk menghadirkan institusi negara yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. 'Lanud ini kami buka untuk masyarakat. Ini bagian dari pengabdian,' ungkap Hendro saat ditemui di Markas Komando Lanud Hang Nadim, Batubesar, Nongsa.
Perubahan ini bukanlah kebetulan. Hendro memperkenalkan konsep “AMPUH”, yang merupakan singkatan dari Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis. Dari kelima nilai ini, aspek humanis menjadi yang paling terasa oleh masyarakat. Lanud Hang Nadim berupaya untuk tidak hanya menjaga langit, tetapi juga merangkul kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Sore hari di Batam, suasana di sekitar Lanud Hang Nadim terasa cerah dan akrab. Anak-anak bisa terlihat bermain dan tertawa di area yang dulunya terkesan tertutup, sementara orang tua duduk santai menikmati momen tersebut. Perubahan ini menunjukkan bahwa Lanud Hang Nadim kini tidak hanya berfungsi sebagai basis militer, tetapi juga sebagai tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk berkumpul dan bersosialisasi.
Dengan membuka ruang bagi masyarakat, TNI AU bertujuan untuk menjadi bagian dari kehidupan sosial yang lebih hangat dan nyata. Transformasi ini menunjukkan langkah positif dalam menjadikan Lanud Hang Nadim sebagai institusi yang adaptif terhadap perubahan zaman, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat di sekitarnya.