Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kini berada dalam situasi yang mengkhawatirkan setelah terjadi tanah longsor yang mengakibatkan korban jiwa dan hilangnya puluhan orang. Ancaman longsor susulan masih membayangi warga setempat, sehingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah untuk menyediakan hunian sementara bagi mereka yang terdampak.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap kondisi medan yang masih labil dan berpotensi berbahaya. Hingga Sabtu malam, 24 Januari 2026, proses pencarian korban harus dihentikan sementara karena faktor keselamatan tim evakuasi.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara, sebanyak 113 warga terdampak bencana tersebut. Dari jumlah ini, sembilan orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 79 korban masih dalam pencarian.
"Pencarian dihentikan sementara karena kondisi medan masih rawan longsor susulan dan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan malam ini. Operasi pencarian akan kembali dimulai besok pagi pukul 07.00 WIB," ungkap Bima saat meninjau lokasi bencana.
Pemerintah berencana menyediakan hunian sementara selama sekitar dua bulan serta memenuhi kebutuhan dasar bagi warga terdampak, termasuk logistik dan layanan kesehatan. Meski demikian, Bima mengakui masih ada warga yang belum mendapatkan tempat tinggal sementara dan terpaksa bertahan di sekitar lokasi pengungsian.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah mitigasi tambahan, seperti modifikasi cuaca, yang ditujukan untuk mengurangi potensi hujan lebat yang dapat memicu longsor susulan dan menghambat proses evakuasi.
"Keselamatan warga dan kelancaran operasi pencarian menjadi prioritas. Koordinasi lintas lembaga terus dilakukan agar penanganan pascabencana berjalan cepat dan tepat," tambah Bima.
Saat ini, warga Pasirlangu masih menunggu kepastian mengenai nasib anggota keluarga mereka yang belum ditemukan, sementara cuaca dan kondisi alam tetap menjadi tantangan utama dalam penanganan bencana ini.