JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Sebanyak 70 warga dari distrik Gearek, kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, yang mengungsi ke Kenyam akibat penyerangan dari udara, akhirnya kembali ke kampung halaman mereka pada Jumat, 26 Desember 2025. Kepulangan ini terjadi setelah kunjungan tim kemanusiaan yang juga memasang baliho di beberapa lokasi di distrik Gearek dan Pasir Putih.
Warga Gearek tersebut mengungsi selama 13 hari di sebuah kamp yang didirikan di dekat SD Inpres Kenyam, ibu kota kabupaten Nduga, sejak 14 Desember 2025. Pemulangan mereka ditandai dengan ibadah Natal bersama yang diselenggarakan di SD Inpres Kenyam pada Kamis, 25 Desember 2025.
Theo Hesegem, Direktur Eksekutif Yayasan Kemanusiaan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) dan juga ketua tim kemanusiaan Gearek, menjelaskan bahwa setelah ibadah Natal, tenda pengungsian dibongkar dan barang-barang warga dikemas sebelum mereka memulai perjalanan pulang.
"Setelah ibadah Natal bersama warga pengungsi, tenda pengungsi dibongkar dan semua barang dikemas sebelum jalan. Sekarang mereka sudah kembali ke tempat asal," ungkapnya.
Sebelum meninggalkan kamp pengungsian, YKKMP dan tim kemanusiaan menyerahkan laporan investigasi kepada pimpinan Gereja dan pemerintah distrik Gearek. Pada pukul 09.12 WIT, puluhan pengungsi memulai perjalanan ke batas batu dan tiba sekitar pukul 10.15 WIT, sebelum melanjutkan perjalanan ke Gearek menggunakan speedboat.
Theo Hesegem mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pemantauan dan penanganan warga pengungsi. Ia memberikan penghargaan khusus kepada pemerintah kabupaten Nduga, anggota DPRK yang terlibat, serta Dandim 1706 Nduga dan Kapolres Nduga yang bersikap responsif dan komunikatif.
Selain itu, Theo juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak Gereja yang bertindak sebagai gembala umat selama masa pengungsian hingga pemulangan ke kampung mereka. "Kami hanya ucapkan terima kasih banyak, karena pemulangan ke kampung asal merupakan permintaan warga itu sendiri," ucapnya.