Alfan Wahyuddin Resmi Memimpin Gapeknas Gresik 2026-2027
Sumber Foto: suara indonesia
Suara Utama

Alfan Wahyuddin Resmi Memimpin Gapeknas Gresik 2026-2027

Suara News - News

SUARA INDONESIA, GRESIK - CEO sekaligus Direktur Utama PT Asuka Engineering Indonesia, Alfan Wahyuddin resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (Gapeknas) Kabupaten Gresik untuk masa bakti 2026-2027. Prosesi pengukuhan berlangsung di Hotel Horison GKB Gresik.

Pria yang juga menjabat Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik itu ditunjuk secara langsung. Ia pun menerima amanah sebagai Ketua Gapeknas Gresik secara profesional sembari menuntaskan masa kepengurusan di Apindo Gresik yang akan berakhir.

Mendapat amanah sebagai Ketua Gapeknas Gresik, Alfan menekankan bahwa prioritas awal kepemimpinannya mencakup penambahan jumlah anggota aktif serta penguatan hubungan dengan pemerintah daerah dan regulator. Area krusial yang menjadi perhatian adalah kelancaran layanan perizinan dan sertifikasi usaha jasa konstruksi, khususnya pengurusan SIUJK dan SBUJK bagi anggota.

"Kami akan dorong sistem informasi dan pelaporan berbasis digital, sekaligus membenahi tata kelola organisasi dan menyusun laporan keuangan yang transparan serta dapat diaudit,” kata Alfan.

la turut menekankan pentingnya budaya kolaboratif antar anggota. "Organisasi ini memiliki semangat kebersamaan bukan saling berebut proyek secara tidak sehat. Saya juga menegaskan bahwa posisi Ketua tidak akan digunakan untuk meminta proyek pemerintah. Peran kami adalah memastikan ekosistem usaha konstruksi sehat, fair, dan profesional," tegasnya.

Alfan menegaskan bahwa kepemimpinannya akan berbasis kerja tim. Ia pun memberi kesempatan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan seluruh pengurus dan anggota.

“Saya tidak terbiasa bekerja sendiri. Semua program hanya bisa jalan kalau tim terlibat aktif. Saya mengajak seluruh jajaran Gapeknas Gresik untuk kerja bersama mengupayakan peningkatan kualitas pelaku usaha konstruksi daerah dalam menghadapi tantangan industri yang semakin dinamis,” tandasnya.

Sementara Ketua Gapeknas Jawa Timur, Baso Juherman menegaskan, penerapan e-catalogue dan mekanisme mini kompetisi membuka peluang yang lebih luas bagi anggota Gapeknas untuk mengikuti tender seluas-luasnya secara transparan.

"Ke depan, Gapeknas diharapkan tidak hanya menjadi wadah administrasi, tetapi juga aktif menyelenggarakan uji kompetensi bagi para anggota. Dengan pengalaman organisasi yang sudah berjalan lebih dari dua puluh tujuh tahun, estafet penguatan ini perlu dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya," pungkasnya. (*)