Menguji Toleransi dan Denyut Ekonomi Murung Raya di Sinode GKE 2026
Denyut Publik

Menguji Toleransi dan Denyut Ekonomi Murung Raya di Sinode GKE 2026

Suara News - Kabupaten Murung Raya bersiap menghadapi ujian sebagai pusat toleransi dan diplomasi budaya di Kalimantan melalui Sinode Umum XXV Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) yang akan berlangsung di Puruk Cahu pada tahun 2026. Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Susilo, menegaskan bahwa perhelatan ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi momen penting untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam menghadirkan wajah Indonesia yang damai dan religius serta menggerakkan ekonomi lokal.

Awal Kejadian

Susilo menyatakan bahwa sebagai agenda berskala regional, Sinode Umum GKE XXV akan dihadiri oleh ribuan peserta dari seluruh wilayah pelayanan GKE di Kalimantan dan luar daerah. Dalam persiapan ini, Pemerintah Kabupaten Murung Raya telah melakukan pengecekan terhadap infrastruktur, akomodasi, layanan kesehatan, dan keamanan untuk memastikan standar terbaik bagi para tamu.

Perkembangan

Salah satu titik krusial yang diperiksa adalah rest area Kilometer 52 di Desa Sei Rahayu, Barito Utara, yang menjadi lokasi transit bagi peserta yang menggunakan jalur darat. Susilo menjelaskan, kesan pertama yang dirasakan tamu sangat penting, di mana sebuah rest area yang bersih dan aman akan mencerminkan keramahan daerah. Ia juga menggarisbawahi dampak positif yang mungkin terjadi, baik dari sisi spiritual, sosial, ekonomi, dan budaya, selama acara berlangsung. Kedatangan ribuan orang diharapkan dapat memberikan efek domino bagi sektor riil yang sempat lesu.

Kondisi Terakhir

Menutup pernyataannya, Susilo mengajak masyarakat Murung Raya untuk bersatu dan menyukseskan acara ini dengan semangat toleransi tinggi. Ia menegaskan bahwa DPRD Murung Raya akan mendukung penuh pemerintah daerah dalam penyelenggaraan Sinode, dan berharap acara ini dapat menunjukkan bahwa Murung Raya adalah rumah yang damai dan religius.

You can share this post!